- Home
-
- Megapolitan
-
- Memperluas Pelatihan Grati...
Memperluas Pelatihan Gratis untuk Meningkatkan Produktivitas Pekerja
Rabu, 29 Jul 2026, 22:47 WIBJakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat kolaborasi dengan perusahaan melalui program pelatihan gratis guna meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, baik bagi pencari kerja maupun pekerja yang telah bekerja, agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
"Untuk memperluas kesempatan kerja yang berkualitas melalui beberapa strategi utama, antara lain memperkuat pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi berbasis kebutuhan pasar kerja," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta, Taufik di Jakarta, Rabu.
Taufik menyebut, peningkatan kompetensi tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, tetapi pekerja yang sudah berada di perusahaan juga dapat mengikuti agar hasil kerjanya semakin baik.
"Bagi yang sudah bekerja, di sini juga hadir Pusat Pengembangan Produktivitas Daerah (P3D) DKI Jakarta untuk meningkatkan produktivitasnya atau produk kerjanya. Tujuannya meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," jelas Taufik.
Menurut Taufik, Pemprov DKI Jakarta dapat berkolaborasi dengan perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi tenaga kerjanya melalui pelatihan.
"Kami bisa melatih secara gratis di perusahaan-perusahaan yang ingin meningkatkan tenaga kerjanya, bisa berkolaborasi dengan P3D-nya," ujar Taufik.
Selain itu, program peningkatan kompetensi tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta melalui program Jakarta Bekerja dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta 2025-2029.
Penguatan pelatihan tersebut dinilai penting untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
Apalagi, dunia kerja yang terus berkembang membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Oleh karena itu, pelatihan tidak hanya dibutuhkan oleh calon pekerja, tetapi juga pekerja yang sudah masuk ke dunia industri.
Lebih lanjut, Taufik menekankan, persoalan ketenagakerjaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Dunia usaha berperan sebagai pencipta lapangan kerja, lembaga pendidikan menghasilkan sumber daya manusia, sementara pemerintah menjadi fasilitator dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan.
"Dan yang terakhir adalah memastikan akses kesempatan kerja yang inklusif bagi perempuan, penyandang disabilitas, pemuda, dan kelompok rentan lainnya," ucap Taufik.
Melalui kolaborasi tersebut, Taufik berharap, peningkatan kompetensi tidak hanya membantu pencari kerja memperoleh pekerjaan, tetapi juga meningkatkan produktivitas pekerja yang sudah bekerja.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Unpatti Perkuat Riset Kelautan dan Perikanan
-
Swiatek Singkirkan Muchova, Melaju ke Perempat Final Indian Wells
-
Hattrick saat Argentina Taklukkan Aljazair, Messi Ukir Rekor Gol Terbanyak Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Wembanyama Bantu Spurs Tekuk Timberwolves, Knicks Selangkah Lagi ke Final Wilayah Timur NBA
-
Pemerintah Genjot Swasembada Gula agar Tak Impor Lagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.