Memperkuat Ketahanan Layanan Digital dari Ancaman Siber
Rabu, 29 Jul 2026, 23:17 WIBLumajang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, memperkuat benteng layanan digital dari ancaman siber melalui kegiatan peningkatan kapasitas keamanan informasi .
"Kemampuan mendeteksi ancaman sejak dini menjadi salah satu kunci menjaga layanan publik tetap berjalan aman," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang Mustaqim dalam keterangan di Lumajang, Rabu.
Menurutnya, serangan siber tidak selalu diawali dengan gangguan besar. Banyak insiden bermula dari celah kecil yang luput terdeteksi, mulai dari tautan phishing, penyusupan tampilan situs (web defacement), hingga upaya pencurian data (data breach).
Perkembangan transformasi digital, kata dia, harus dibarengi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman siber yang terus berkembang dan menjaga keamanan sistem pemerintahan digital merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan publik yang aman dan terpercaya.
"Keamanan siber bukan hanya tentang melindungi perangkat atau aplikasi, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu oleh insiden siber," tuturnya.
Ia mengatakan penguatan kapasitas aparatur menjadi langkah strategis agar setiap perangkat daerah mampu mengenali potensi ancaman sejak awal dan mengambil tindakan sesuai prosedur yang berlaku.
"Di balik semakin mudahnya masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintahan secara digital, terdapat upaya yang terus diperkuat untuk menjaga keamanan sistem dan data dari ancaman siber," katanya.
Semakin banyak layanan pemerintahan yang beralih ke platform digital, lanjutnya, semakin besar pula tanggung jawab setiap perangkat daerah untuk menjaga sistem yang mereka kelola.
"Kesadaran terhadap keamanan informasi menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)," ujarnya.
Melalui kegiatan bertema bertema "Deteksi Dini Serangan dan Tanggap Insiden Siber (SIGAP SIBER)" tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk ancaman siber, mekanisme deteksi dini, prosedur pelaporan insiden, hingga tahapan isolasi dan pemulihan sistem.
Pendekatan tersebut diharapkan membentuk budaya kerja yang lebih peduli terhadap keamanan informasi di setiap perangkat daerah.
Selain memperkuat kapasitas aparatur, Diskominfo Kabupaten Lumajang juga terus mengembangkan fungsi LUMAJANGKAB-CSIRT melalui pemantauan lalu lintas jaringan, pendampingan penanganan insiden, serta layanan pengujian kerentanan (penetration testing) guna membantu perangkat daerah meningkatkan keamanan sistem yang mereka kelola.
Sementara itu Kepala Bidang Infrastruktur TIK dan Persandian Diskominfo Kabupaten Lumajang Ricko Dharma Putra, menjelaskan ancaman siber saat ini semakin beragam, mulai dari web defacement, phishing, malware, ransomware, hingga data breach.
"Jika tidak diantisipasi dengan baik, serangan tersebut dapat mengganggu sistem pemerintahan dan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Lumajang saat ini mengelola 388 subdomain di bawah domain utama lumajangkab.go.id. Dengan cakupan layanan digital yang terus bertambah, kemampuan mendeteksi aktivitas yang tidak wajar menjadi semakin penting agar potensi gangguan dapat diidentifikasi sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih besar.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menpan RB Sebut Integritas ASN Jadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
-
Wamendagri Ribka Haluk: RSUD Jayapura Harus Jadi Garda Terdepan Kesehatan di Papua
-
Kemendikdasmen Tegaskan TKA Bukan untuk Melabeli Sekolah atau Murid, tetapi Memotret Capaian Akademik.
-
BTN Gandeng PT Pindad, Fasilitasi Kredit Rp1,5 Triliun untuk Produksi Maung MV3
-
MRT Jakarta Mempermudah Komuter Beli Tiket Lewat Platform WhatsApp
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.