Peran Penting FKUB dalam Menjaga Toleransi Lintas Agama

Rabu, 29 Jul 2026, 23:27 WIB

Palu - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menilai peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sangat penting dalam menjaga toleransi lintas agama dalam konteks hubungan sosial kemasyarakatan.

"Parigi Moutong salah satu daerah miniatur Indonesia karena dihuni beragam etnis dan agama, maka toleransi salah satu kunci dalam menyukseskan pembangunan daerah berkelanjutan," kata Wakil Bupati Parimo Abdul Sahid dalam acara ngobrol pintar kerukunan yang diinisiasi FKUB Sulteng di Parigi, Rabu.

Ket. Foto: Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid (kedua kanan) menyampaikan pandangannya tentang toleransi dalam acara ngobrol pintar kerukunan diinisiasi FKUB Sulteng di Parigi, Rabu (29/7/2026). — Sumber: Antara

Ia menjelaskan pemkab membutuhkan peran FKUB dalam membina umat, dengan tujuan untuk meningkatkan keimanan dan kesadaran umat beragama dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara.

Kerukunan dan toleransi satu kesatuan dalam merawat kebhinnekaan, karena keragaman suku, budaya, agama dan adat istiadat merupakan warna dalam sandi-sendi kehidupan, sekaligus menjadi kekuatan sosial.

"Kami berkomitmen segera membentuk pengurus FKUB di tingkat kecamatan, guna memperkuat moderasi beragama di akar rumput," ujarnya.

Kata dia FKUB di tingkat kecamatan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk, supaya arah pembangunan lebih fokus.

Karena kerukunan merupakan fondasi bagi terciptanya keamanan dan stabilitas daerah dari berbagai ancaman provokasi oleh kelompok-kelompok tertentu untuk memecah belah persatuan.

"Kehidupan yang harmonis jauh lebih indah, kenapa harus saling menghujat. Perbedaan bukan untuk diperdebatkan, tetapi perbedaan harus dijadikan persatuan untuk keutuhan bermasyarakat," tutur Sahid.

Sementara itu Ketua FKUB Sulawesi Tengah Prof Zainal Abidin mengatakan Parigi Moutong sebagai miniatur Indonesia, karena dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda.

Keberagaman itu merupakan potensi besar, sekaligus tantangan yang harus dikelola secara bijaksana melalui penguatan moderasi beragama dan dialog yang berkelanjutan.

"Moderasi beragama merupakan cara pandang dan praktik beragama yang mengedepankan sikap adil, seimbang, serta menghormati perbedaan keyakinan tanpa mengurangi komitmen terhadap ajaran agama masing-masing," ucapnya.

Ia memaparkan penguatan moderasi beragama perlu dilakukan melalui pendidikan, dialog lintas agama, maupun kolaborasi seluruh elemen masyarakat, supaya nilai saling menghormati, menghargai keberagaman, dan menolak segala bentuk intoleransi semakin mengakar.

"Saya mengapresiasi masyarakat Desa Nambaru di Kecamatan Parigi Moutong yang sejak lama mengaktifkan forum warga Suka Duka Majemuk. Forum seperti itu merupakan praktik kerukunan yang memungkinkan masyarakat dari berbagai agama, suku, dan budaya saling berbagi kebahagiaan maupun kesedihan secara bersama-sama," tutur Zainal yang juga Rais Syuriah PBNU.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Squid Game: The Experience Hadir di Jakarta pada 16 Oktober, Pertama di Asia Tenggara

JIF Summit 2026 Resmi Ditutup: Jalin Koneksi Bisnis dan Tindak Lanjut Penandatanganan MoU

Trump Umumkan "Kesepakatan Minyak Terbesar dalam Sejarah Dunia" dengan Venezuela

Kepala DPMPTSP Sebut JIF Summit 2026 Bukan Cuma Soal Angka Investasi

JIF Summit 2026 Dorong Proyek Tanggul Laut NCICD Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Menpar Warning! Pariwisata Jangan Cuma Kejar Turis, Alam Harus Tetap Lestari

2 Jembatan Besar di Flores Rusak Parah, Menteri PU: Harus Selesai September & Tahan Gempa

Jangan Asal Pakai AI! Wamenkomdigi Soroti Risiko di Sektor Keuangan

BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan Pekerja Informal Lewat 3R

Amankan Ajang Merdeka Run di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 784 Personel

Sabtu, Samsat Keliling Polda Metro Jaya Hanya Buka di Depok, Tangerang dan Bekasi

Kemenpar Pasang Target Besar: Dieng Culture Festival Harus Bikin Wisata RI Makin Mendunia

Harga Emas Antam pada Sabtu (29/8) Anjlok Rp48.000 Menjadi Rp2,670 Juta/Gr

Dinas Pertanian Sumatera Selatan Sosialisasi Juknis Penyaluran Pupuk Subsidi ke Penyuluh

Terdata Desil 9, BPS Perbarui Data Warga Kulon Progo Timbul Jadi Desil 3

Komit Lestarikan Lingkungan, PT Angkasa Pura Tanam 14.000 Mangrove di Kubu Raya

Peter Cullen, Pengisi Suara Optimus Prime Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun

Jumlah Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok Terus Bertambah

Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu Perkuat Tracing TB melalui Program CKG

Tiongkok Ingatkan Risiko Bencana Longsor Lanjutan di Perbatasan Nepal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.