Peneliti BRIN Temukan Jejak Kehidupan Kota Majapahit di Trowulan

Sabtu, 25 Jul 2026, 20:38 WIB

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah (PRAPS) melaporkan adanya jejak kehidupan terkait jejak Kota Majapahit. Jejak kehidupan tersebut ditemukan tepatnya di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (24/7).

Peneliti PRAPS BRIN, Yusmaini Aryawati, mengatakan penduduk Majapahit diduga memiliki akses ke sumber air bersih.

Ket. Foto: — Sumber: YouTube/BRIN Indonesia

"Akses ke air bersih tampak dari temuan kembali 63 sumur kuno di kawasan Nglinguk Wetan," kata Yusmaini dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (25/7).

Ia menjelaskan, luas Kota Majapahit di Trowulan mencapai sekitar 10 km x 10 km persegi. Kawasannya meliputi beberapa desa dan kecamatan di Mojokerto.

Ia menggarisbawahi, kawasan Trowulan sendiri sudah dihuni jauh sebelum Kerajaan Majapahit muncul. Berdasarkan jejak permukiman di sana, para warga sudah bermukim sejak abad ke-10 Masehi, saat Kerajaan Mataram Kuno berdiri.

"Permukiman warga di Trowulan kemudian berlanjut pada masa Kerajaan Singhasari. Hingga puncak perkembangannya di masa berdirinya Kerajaan Majapahit," ujar dia.

Sementara itu, ada dugaan bahwa karakter permukiman Majapahit di Trowulan merupakan kelanjutan dari era Singhasari. Demikian disampaikan oleh Peneliti PRAPS BRIN, Sugeng Riyanto.

Dugaan tersebut berangkat dari perkiraan bahwa Singhasari dan Majapahit berasal dari satu garis keturunan, yaitu Wangsa Rajasa.

"Garis keturunan ini diperkirakan bermula sejak Ken Arok menaklukkan Kerajaan Kediri pada 1222 Masehi," ucap dia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.