• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 100% Dalam 4 Menit , Tiong...

100% Dalam 4 Menit , Tiongkok Kembangkan Baterai Natrium yang Diklaim Awet Bertahun-tahun

Senin, 13 Jul 2026, 00:15 WIB

BEIJING – Terobosan baru dalam teknologi penyimpanan energi datang dari Tiongkok. Para peneliti mengembangkan desain baterai logam natrium yang diklaim dapat diisi daya penuh hanya dalam waktu empat menit, sekaligus mempertahankan kapasitasnya selama bertahun-tahun penggunaan.

Teknologi tersebut berpotensi membuka jalan bagi alternatif baterai lithium-ion yang lebih murah. Natrium tersedia jauh lebih melimpah dibandingkan sejumlah material penting yang digunakan dalam baterai lithium-ion.

Ket. Foto: Dengan bahan baku yang lebih melimpah dan potensi pengisian daya sangat cepat, baterai natrium kini semakin dekat untuk menjadi salah satu kandidat penting dalam revolusi penyimpanan energi global. — Sumber: Istimewa

Dilansir Live Science, teknologi yang dikembangkan merupakan sodium-metal battery (SMB) atau baterai logam natrium. Berbeda dengan baterai sodium-ion yang umumnya menggunakan grafit atau karbon keras sebagai anoda, SMB menggunakan natrium logam.

Namun, pengembangan baterai jenis ini selama bertahun-tahun menghadapi masalah serius berupa pembentukan dendrit. Struktur tajam tersebut dapat tumbuh di dalam baterai selama proses pengisian dan pemakaian.

Seiring waktu, dendrit dapat membentuk jalur antara katoda dan anoda sehingga meningkatkan risiko korsleting. Masalah ini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam pengembangan baterai logam natrium karena natrium memiliki tingkat reaktivitas yang tinggi.

Kini, tim peneliti Tiongkok mengklaim menemukan cara untuk mengatasi persoalan tersebut melalui penggunaan elektrolit gel semi-padat khusus yang disebut Sn-FB QSE.

Material ini dirancang untuk menciptakan struktur internal yang lebih stabil, membantu mencegah kebocoran sekaligus menekan pertumbuhan dendrit yang selama ini menjadi kelemahan utama baterai logam natrium.

Dalam baterai konvensional, reaksi antara anoda dan elektrolit menghasilkan lapisan pelindung yang dikenal sebagai solid electrolyte interphase (SEI). Pada baterai natrium, lapisan tersebut dapat mengalami keretakan dan menciptakan titik yang memicu penumpukan natrium hingga akhirnya membentuk dendrit.

Elektrolit gel baru tersebut dirancang untuk menjaga lingkungan internal baterai tetap lebih stabil selama proses pengisian dan pengosongan energi. Hasilnya, baterai diklaim mampu menerima pengisian daya sangat cepat tanpa mengalami degradasi seperti yang selama ini menjadi kendala teknologi SMB.

Jika teknologi tersebut dapat dikembangkan dari skala laboratorium menuju produksi massal, baterai logam natrium berpotensi menjadi pesaing baru baterai lithium-ion untuk berbagai aplikasi penyimpanan energi.

Namun, teknologi ini masih berada pada tahap penelitian. Klaim pengisian penuh dalam empat menit dan daya tahan jangka panjang masih harus dibuktikan dalam skala komersial, termasuk melalui pengujian keamanan, biaya produksi, kepadatan energi, dan performa dalam kondisi penggunaan nyata.

Temuan para peneliti tersebut dipublikasikan pada 21 Mei 2026 dalam jurnal ilmiah Nano-Micro Letters.

Terobosan ini menunjukkan bahwa persaingan teknologi baterai masa depan tidak lagi hanya berpusat pada lithium. Dengan bahan baku yang lebih melimpah dan potensi pengisian daya sangat cepat, baterai natrium kini semakin dekat untuk menjadi salah satu kandidat penting dalam revolusi penyimpanan energi global.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.