• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Indonesian Fashion Chamber...

Indonesian Fashion Chamber Gelar Show 'Quiet Defiance' di BRI JF3 2026

Jumat, 24 Jul 2026, 13:10 WIB

JAKARTA - Indonesian Fashion Chamber (IFC) kembali ambil bagian dalam BRI JF3 Fashion Festival 2026 dengan menghadirkan peragaan busana bertajuk "Quiet Defiance". Mengusung karya dari tiga desainer asal Jakarta, Denpasar, dan Bandung, kolaborasi ini menjadi upaya IFC memperkuat posisi desainer Indonesia sekaligus mendorong perkembangan industri mode nasional yang berakar pada identitas, inovasi, dan craftsmanship. 

Partisipasi tersebut menjadi kelanjutan kolaborasi antara IFC dan JF3 Fashion Festival yang memiliki visi serupa dalam memajukan ekosistem fesyen Tanah Air. Tahun ini, BRI JF3 Fashion Festival mengusung tema "Recrafted: Shaping the Future", yang menyoroti pentingnya inovasi, kreativitas, dan keterampilan dalam membentuk masa depan industri mode Indonesia. 

Ket. Foto: Indonesian Fashion Chamber (IFC) kembali ambil bagian dalam BRI JF3 Fashion Festival 2026 dengan menghadirkan peragaan busana bertajuk "Quiet Defiance". Mengusung karya dari tiga desainer asal Jakarta, Denpasar, dan Bandung, kolaborasi ini menjadi upaya IFC memperkuat posisi desainer Indonesia sekaligus mendorong perkembangan industri mode nasional. — Sumber: Istimewa

"Memiliki keselarasan visi dan misi yang kuat dalam memajukan industri mode tanah air, IFC kembali mengambil bagian dalam ajang BRI JF3 Fashion Festival. Kolaborasi ini menegaskan peran penting BRI JF3 Fashion Festival sebagai wadah strategis untuk menampilkan berbagai kreasi mode mutakhir bagi para pelaku industri fesyen di Indonesia," ujar National Chair Indonesian Fashion Chamber, Lenny Agustin. 

Melalui tema "Quiet Defiance", IFC menghadirkan tiga desainer dengan pendekatan kreatif yang berbeda, yakni Opie Ovie dari IFC Chapter Jakarta, Weda Githa dari IFC Chapter Denpasar, dan Rengganis dari IFC Chapter Bandung. Ketiganya dipersatukan dalam narasi tentang keberanian untuk terus berkarya, mempertahankan nilai, dan berinovasi di tengah perubahan industri yang terus berlangsung. 

Opie Ovie memperkenalkan koleksi Noblelitique yang mengangkat reinterpretasi batik nitik melalui perpaduan teknologi modern seperti laser cut, 3D printing, serta bordir paillettes dan sequins. Koleksi ini menggabungkan nilai tradisi dengan pendekatan desain kontemporer sehingga menghadirkan busana yang modern, fleksibel, dan tetap mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. 

Sementara itu, Weda Githa melalui label XANDER.G menampilkan koleksi Aeris Solenne Vol.2 yang mengeksplorasi pertemuan antara kelembutan dan struktur dalam estetika androgini. Koleksi Spring/Summer 2027 tersebut menghadirkan busana bergaya minimalis dengan siluet modern yang dirancang tanpa batasan gender dan diproduksi menggunakan konsep made-to-order sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan. 

Rengganis melengkapi presentasi melalui koleksi Midnight Garden yang mengangkat tema harapan, penyembuhan, dan ketangguhan di tengah berbagai tantangan kehidupan. Menggunakan material serat alam, batik, lurik, dan endek dengan teknik bordir tangan, koleksi tersebut menampilkan filosofi merawat warisan craftsmanship sekaligus mendukung keberlangsungan para perajin lokal. 

Peragaan busana IFC dalam BRI JF3 Fashion Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli 2026 di Fashion Tent Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta. Melalui kolaborasi ini, IFC berharap semakin banyak desainer Indonesia memperoleh ruang untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus memperkuat daya saing industri mode nasional di pasar internasional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.