- Home
-
- Megapolitan
-
- Urai Macet, Rekayasa Lalin...
Urai Macet, Rekayasa Lalin di Jalan Raya Cakung Cilincing Kembali Diberlakukan Sore Ini
Kamis, 23 Jul 2026, 08:57 WIBJAKARTA - Arus lalu lintas (Lalin) di kawasan Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur, kembali lancar setelah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI menutup sejumlah putaran balik (U-turn).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin mengatakan, kondisi lalu lintas di kedua arah sudah berangsur normal. Hal itu disampaikan usai meninjau langsung lokasi, Rabu (22/7) malam.
"Alhamdulillah semua bisa teratasi. Sebelah kiri maupun kanan kondisinya sudah sangat lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan penutupan U-turn di Cakung, Babek, dan JGC," ujarnya, Kamis (23/7), dilansir dari media Pemprov DKI.
Ia menyampaikan, rekayasa lalu lintas mulai diterapkan sekitar pukul 19.00 WIB. Arus kendaraan mulai kembali bergerak dan kepadatan berangsur terurai sekitar pukul 19.30 WIB.
Budi menjelaskan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan melanjutkan rekayasa lalu lintas pada hari ini mulai pukul 15.00 WIB, untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
Penutupan U-turn kembali dilakukan di kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC) oleh personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
âSekitar 75 personel dikerahkan dalam penanganan tersebut, terdiri dari 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur, 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Utara, serta sekitar 15 personel dari tingkat provinsi yang disebar di sejumlah titik,â ungkapnya.
Ia mengatakan, selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga mengarahkan pengemudi truk menuju Terminal Tanah Merdeka untuk menunggu apabila terjadi antrean menuju depo peti kemas.
Menurutnya, kemacetan dipicu oleh penumpukan peti kemas di pelabuhan akibat tingginya volume impor yang tidak diimbangi aktivitas ekspor. Kondisi tersebut menyebabkan peti kemas menumpuk di pelabuhan maupun depo sehingga memicu antrean panjang truk.
"Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo," tandasnya.
- macet jakarta
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Prambanan Shiva Festival Angkat Spiritualitas dan Wisata Religi
-
Digeser Taylor Swift, “Golden” Kpop Demon Hunters Turun ke No. 2 di British Official Chart
-
Bupati Bangli Perintahkan Patroli Gabungan Diperketat Jelang Ramadhan, Nyepi, dan Idul Fitri 2026
-
Pasca Pendaki Ilegal Jatuh ke Jurang, Pengawasan di Gunung Semeru Diperketat
-
Mulai 9 Desember Lalu Lintas di Lebak Bulus Diterapkan Satu Arah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.