Peringati Hari Anak Nasional, Gubernur Khofifah Dorong Pemenuhan Hak Anak sebagai Investasi Bangsa
Kamis, 23 Jul 2026, 09:30 WIBSURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendorong pemenuhan hak dan perlindungan anak menjadi investasi strategis bangsa melalui penguatan pendidikan, kesehatan, dan lingkungan ramah anak guna menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
âMari kita sayangi anak, lindungi mereka. Sebab anak-anak kita adalah pemimpin masa depan. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan, serta memiliki ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan prestasinya,â ujar Khofifah pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Surabaya, Kamis.
Khofifah mengatakan tema Hari HANÂ 2026, âSayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depanâ, mengandung pesan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan penuh kasih sayang, terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi, serta memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.
Menurut dia, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab memastikan setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh, belajar, terlindungi, sehat, dan berkembang sesuai potensi sebagai fondasi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pemprov Jatim, lanjutnya, terus memperkuat berbagai program yang berpihak kepada anak melalui sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pemenuhan gizi, hingga penciptaan lingkungan yang aman dan ramah anak.
âAnak-anak yang hebat akan melahirkan Indonesia yang kuat dan hebat. Karena itu, seluruh kebijakan pembangunan harus menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama,â katanya.
Khofifah mengingatkan tantangan yang dihadapi anak semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, perundungan, kekerasan terhadap anak, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental.
Karena itu ia menilai diperlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem yang aman bagi tumbuh kembang anak.
âPerlindungan anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat agar anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, penuh kasih sayang, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi,â tegasnya.
Khofifah juga mengajak orang tua memperkuat peran keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak dengan menanamkan nilai kejujuran, disiplin, empati, toleransi, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa sejak usia dini.
Selain itu ia mendorong anak-anak Jatim berani bermimpi besar, terus belajar, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.
âJadilah generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, dan inovatif. Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,â pesannya.
Khofifah optimistis anak-anak Jatim mampu menjadi generasi unggul yang berdaya saing nasional maupun global apabila memperoleh dukungan dari seluruh pihak.
âMari kita jadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi emas Indonesia. Anak-anak yang hari ini kita lindungi, didik, dan dampingi dengan penuh kasih sayang, kelak akan menjadi pemimpin yang membawa Indonesia semakin maju, adil, dan sejahtera,â katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Imbal Dagang RI–Filipina Tembus Rp6,29 Triliun, Ini Dampaknya
-
Dewa United Banten Tundukkan Johor Southern Tigers 91-79 di BCL Asia-East 2026
-
Stok Beras Nasional Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026
-
Kolaborasi JICAF 2025 dengan Tehbotol Sosro: Wadah Baru untuk Ilustrator Muda Unjuk Gigi di Panggung Nasional
-
Publik Adalah Pemilik Informasi, Pemerintah Hanya Pengelola
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.