Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Potensi Halal RI Belum Maksimal, Arsjad Rasjid Serukan Lompatan Besar

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Potensi Halal RI Belum Maksimal, Arsjad Rasjid Serukan Lompatan Besar Doc: ANTARA/ HO-Kementerian Pariwisata.
Ket. Ilustrasi seorang pengunjung International Islamic Expo 2026 melihat-lihat brosur paket wisata yang ditawarkan oleh pelaku industri wisata halal.

JAKARTA – Industri halal global berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan paling dinamis, didorong oleh meningkatnya permintaan produk dan layanan halal yang tidak lagi terbatas pada negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Bagi Indonesia, potensi ini membuka peluang besar untuk meningkatkan ekspor, memperkuat daya saing UMKM, serta mengembangkan ekosistem halal yang mencakup pangan, fesyen, kosmetik, farmasi, hingga pariwisata.

Namun, untuk menjadi pemain utama di pasar global, Indonesia perlu memperkuat sertifikasi halal, inovasi produk, efisiensi rantai pasok, dan penetrasi pasar internasional agar mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia sekaligus Ketua Umum Forum Bisnis Negara Islam Asia Pacific (B57+ Asia Pacific Chapter) Arsjad Rasjid mengatakan, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemain utama dalam industri halal global.

"Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai konsumen. Kita memiliki sumber daya, populasi, dan pasar yang besar," kata Arsjad dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7).

Arsjad mengungkapkan bahwa nilai ekonomi halal dunia pada 2024 mencapai 2,6 triliun dolar AS atau sekitar 12 kali lipat realisasi APBN Indonesia pada tahun yang sama yang mencapai 211,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.350,3 triliun.

Menurut dia, dengan nilai pasar yang diproyeksikan meningkat menjadi 3,56 triliun dolar AS pada 2029, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemain utama dalam industri halal global.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan GIEI 2025/2026, Indonesia masih mencatatkan kinerja yang cukup baik pada sejumlah sektor, di antaranya peringkat pertama untuk modest fashion, peringkat ketiga pada sektor media dan rekreasi, serta peningkatan posisi sektor farmasi dan kosmetik dari peringkat kelima menjadi peringkat keempat.

Namun demikian, pencapaian tersebut belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur maupun penguatan ekosistem industri halal secara menyeluruh.

Mengacu pada kerangka Capital, Governance, dan Inclusivity (CGI), Arsjad menyoroti bahwa tata kelola ekonomi syariah Indonesia masih berada di peringkat ke-16 dunia, sehingga membutuhkan pembenahan dari sisi regulasi, koordinasi kelembagaan, dan implementasi kebijakan.

"Yang dibutuhkan sekarang adalah membangun ekosistem yang mampu menjadikan Indonesia sebagai pemimpin ekonomi halal global," ujar Arsjad.

Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi halal harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, melalui ekosistem yang lebih inklusif dan saling terhubung.

Menurut dia, setiap sektor dalam ekonomi halal memiliki dimensi sosial yang kuat. Namun hingga kini, kolaborasi antara sektor industri, keuangan syariah, perdagangan, hingga sertifikasi halal masih belum berjalan optimal sehingga memperlambat laju pengembangan industri halal nasional.

Sebagai strategi jangka panjang, Arsjad mendorong percepatan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Halal sebagai pusat produksi dan investasi industri halal Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Adat dan Budaya Bisa Jadi Kekuatan Membangun Keharmonisan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Adat dan Budaya Bisa Jadi K...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.