- Home
-
- Luar Negeri
-
- Australia Protes Uji Coba ...
Australia Protes Uji Coba Misil Tiongkok
Kamis, 23 Jul 2026, 02:15 WIBMANILA - Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, pada Rabu (22/7) mengatakan bahwa ia menyampaikan keprihatinan atas uji coba misil berkemampuan nuklir Beijing di Pasifik selatan, dan menyebut peluncuran tersebut mengganggu stabilitas dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok di Manila, Filipina.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah utusan dari Negeri Kanguru tersebut mengecam perilaku berbahaya Tiongkok menyusul bentrokan antara pelaut Filipina dan Tiongkok di sebuah gosong karang yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan (LTS).
Awal bulan ini, sebuah kapal selam Tiongkok dilaporkan telah menembakkan misil balistik yang dilengkapi dengan hulu ledak tiruan dan misil itu berhasil melesat mencapai jauh ke Samudra Pasifik.
"Kami telah menjelaskan secara terbuka dan langsung kepada Tiongkok bahwa kami menganggap uji coba misil tersebut sebagai tindakan yang meng destabilisasi dan kami menyampaikan hal itu secara langsung kepada Menteri Luar Negeri Wang Yi dalam diskusi saya (dengannya) kemarin," kata Menlu Wong kepada wartawan di sela-sela pertemuan para menteri Asia tenggara di Filipina.
"Kami menginginkan kawasan yang damai, stabil, dan makmur. Kami menginginkan kawasan di mana negara-negara, semua kekuatan, termasuk kekuatan besar, mematuhi hukum internasional dan, khususnya, hukum laut," imbuh dia.
Australia sebelumnya mengatakan bahwa mereka tidak menerima pemberitahuan yang cukup mengenai uji coba misil tersebut, dan selusin negara kepulauan Pasifik juga telah mengecam uji misil Tiongkok tersebut karena melanggar keinginan kawasan tersebut untuk tetap bebas dari uji coba senjata nuklir.
Para pengamat mengatakan misil itu tampaknya mendarat di suatu wilayah laut di suatu tempat antara Kepulauan Solomon, Nauru, dan Tuvalu.
Ketika ditanya tentang insiden pada Senin (20/7) di Second Thomas Shoal, LTS, di mana seorang pelaut Filipina diduga dipukul di kepala dengan tongkat, Menlu Wong menegaskan kembali bahwa Australia memiliki kekhawatiran nyata tentang perilaku yang mengganggu stabilitas dan berisiko.
Pada Selasa (21/7) saat mengunjungi kapal penjaga pantai Filipina, Menlu Wong mengumumkan donasi berupa teknologi drone canggih dan pelatihan operator senilai 413 juta peso (USD6,7 juta) kepada Penjaga Pantai Filipina. SB/AFP/I-1
Berita Terkait:
-
Tiba-tiba Hilang Saat Bersih-bersih Rumah, Remaja Ponorogo Ini Ternyata Terjebak di Sumur 25 Meter!
-
Dubes RI untuk Tiongkok Sebut Pertemuan Xi Jinping-Trump Beri Sinyal Stabilitas
-
Kemenpar Percepat Pengembangan Pariwisata Terpadu di Danau Toba
-
Daewoong Kantongi Izin BPOM untuk Fexuprazan, Obat Generasi Baru Terapi Esofagitis Erosif
-
45 Wartawan Antusias Mengikuti UKW di Barito Utara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.