LPDB Koperasi Kucurkan Rp1,15 Triliun, Ekonomi Koperasi Makin Tancap Gas

Selasa, 18 Agu 2026, 22:00 WIB

JAKARTA – Penyaluran dana bergulir menjadi instrumen penting untuk memperluas akses pembiayaan, terutama bagi pelaku usaha yang belum sepenuhnya terjangkau perbankan.

Jika dikelola tepat sasaran, dana ini dapat mendorong modal kerja, meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat aktivitas ekonomi.

Ket. Foto: Pramuniaga merapikan produk yang dijajakan di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Cikiwul, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (20/2/2026). — Sumber: ANTARA/ Darryl Ramadhan.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada seleksi penerima, pendampingan usaha, serta pengawasan pengembalian dana agar skema bergulir benar-benar berkelanjutan dan tidak berubah menjadi pembiayaan yang berisiko.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mencatat realisasi penyaluran dana bergulir mencapai Rp1,15 triliun hingga Juli 2026, atau tumbuh 44,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp796,69 miliar.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan realisasi tersebut setara dengan 54,8 persen dari target penyaluran dana bergulir tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp2,1 triliun.

“Yang kami dorong bukan hanya kuantitas penyaluran, tetapi kualitas pembiayaan. Tahun ini porsi target penyaluran kami diarahkan sebesar 85 persen kepada koperasi sektor riil dan kegiatan usaha produktif,” kata Krisdianto dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, fokus tersebut diperlukan agar dana bergulir dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari peningkatan produksi, penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok, hingga peningkatan nilai tambah komoditas.

Secara kumulatif, selama 20 tahun beroperasi, LPDB telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp22,13 triliun kepada 3.909 mitra koperasi yang tersebar di 36 provinsi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong LPDB Koperasi memperkuat perannya dalam mendukung pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dikembangkan pemerintah di berbagai daerah.

Menurut Ferry, LPDB dapat menjadi salah satu instrumen pembiayaan bergulir bagi koperasi desa dan kelurahan, khususnya untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.

“Pembiayaan tersebut harus diarahkan dengan fokus pada sektor produksi, sehingga mampu menciptakan efek pengganda atau multiplier effect yang menggerakkan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian berkelanjutan,” kata Ferry.

Namun, Ferry mengingatkan LPDB agar tetap memperkuat mitigasi risiko dan menerapkan prinsip kehati-hatian.

Ia juga meminta LPDB terus melakukan pembenahan proses bisnis, memperkuat digitalisasi layanan, serta memperluas jangkauan pembiayaan kepada koperasi.

Menurut dia, penguatan tata kelola diperlukan agar peningkatan penyaluran dana bergulir tetap diikuti kualitas pembiayaan yang baik dan memberikan manfaat nyata bagi koperasi serta anggotanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.