Pertanian Modern Menggeliat, 75 Hektare Jadi Percontohan di Lombok Tengah

Selasa, 18 Agu 2026, 21:55 WIB

LOMBOK TENGAH – Sistem pertanian modern Advanced Agricultural System menjadi pendekatan penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menghadapi perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Pemanfaatan teknologi seperti sensor, otomatisasi, irigasi presisi, analisis data, dan mekanisasi memungkinkan penggunaan air, pupuk, serta tenaga kerja menjadi lebih efisien.

Ket. Foto: Pertanaman padi PMAAS di Desa Bungkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (10/7/2026). — Sumber: ANTARA/Akhyar Rosidi.

Secara analitis, penerapan sistem ini tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi membutuhkan kesiapan petani, infrastruktur digital, pembiayaan, dan akses pasar.

Jika ekosistemnya dibangun secara terpadu, Advanced Agricultural System dapat mendorong pertanian menjadi lebih produktif, efisien, tahan terhadap perubahan iklim, sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan realisasi luas lahan percontohan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) mencapai 75 hektare.

"Realisasi sistem pertanian modern itu di Lombok Tengah capai 75 hektare dari total target luas tanam 100 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Zaenal Arifin di Lombok Tengah, Selasa (18/8).

Ia mengatakan program pertanian modern itu saat ini difokuskan di beberapa desa di antaranya Desa Bungkate, Prina, Puyung dan Pringgarata.

"Kondisi pertumbuhan program itu sangat baik, tinggal panen," katanya.

Ia mengatakan program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, karena metode ini mampu meningkatkan produksi petani hingga 8-10 ton per hektare bila dibandingkan pola budi daya konvensional.

"Hasil panen dari metode pertanian modern ini bisa sampai 10 ton per hektare," katanya.

Ia mengatakan untuk mendukung pengembangan sistem pertanian modern tersebut, semua penyuluh di wilayah Kabupaten Lombok Tengah ditargetkan bisa mengembangkan sistem itu di luas lahan 30 hektare.

"Semua penyuluh saat ini di masing-masing desa harus mengembangkan sistem itu. Minimal lahan yang dijadikan percontohan itu 30 hektare," katanya.

Menurutnya, program pertanian modern ini sangat bagus, karena bisa membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengolahan tanam.

"Dari segi biaya tanam lebih efisien dari pada yang konvensional, karena sistem benihnya langsung ditanam," katanya.

Ia mengatakan target luas tanam 92 ribu hektare per tahun di Lombok Tengah saat ini telah tercapai, baik itu di musim tanam pertama, kedua, maupun ketiga.

Oleh karena itu, stok pangan beras di Lombok Tengah saat ini masih aman, karena produksi gabah kering padi bisa mencapai 500 ribu ton per tahun.

"Stok pangan di Lombok Tengah saat ini masih aman," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.