Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Bergerak Menguat di Tengah Sikap 'Wait and See' Arah Kebijakan BI

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Bergerak Menguat di Tengah Sikap 'Wait and See' Arah Kebijakan BI Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa bergerak menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

IHSG dibuka menguat 41,79 poin atau 0,67 persen ke posisi 6.273,57. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,25 poin atau 1,00 persen ke posisi 634,00.

"Diperkirakan IHSG berpotensi uji level resistance di 6.250-6.300, meskipun perlu diwaspadai potensi profit taking," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI diselenggarakan pada Selasa ini dan Rabu (22/7/2026), dengan salah satu agenda adalah menentukan kebijakan BI-Rate yang saat ini berada di level 5,75 persen atau telah dinaikkan sebanyak tiga kali dengan total 100 basis poin (bps) sepanjang 2026.

Sementara itu, berdasarkan hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI), nilai saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru mencapai 93,08 persen pada kuartal II 2026 atau meningkat dibandingkan posisi 38,74 persen pada kuartal I 2026, serta lebih tinggi dari sebesar 85,22 persen pada kuartal II 2025.

Penyaluran kredit modal kerja mencatatkan SBT tertinggi sebesar 94,34 persen, diikuti kredit investasi sebesar 93,51 persen dan kredit konsumsi sebesar 83,67 persen.

Meskipun demikian, BI mencatat bahwa perbankan menerapkan standar pemberian kredit yang lebih ketat pada kuartal II 2026.

Kenaikan pemberian kredit itu mengindikasikan aktivitas ekonomi pada kuartal II 2026 masih ekspansif seiring dengan kenaikan permintaan akan kredit.

Dari mancanegara, eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran telah mendorong kenaikan harga minyak mentah, meskipun sentimen sempat membaik setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membangkitkan harapan akan penyelesaian diplomatik.

Meningkatnya konflik itu telah menambah ketidakpastian pasar di tengah kekhawatiran investor terhadap valuasi saham terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

"Jika harga minyak bertahan di level tinggi pada waktu yang lama, akan mendorong kenaikan kembali inflasi AS, serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," ujar Ratna.

Sementara itu, Bank Sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman utama pada level terendah sepanjang masa selama 14 bulan berturut-turut di level 3 persen untuk tenor 1 tahun dan 3,5 persen untuk tenor 5 tahun.

Meskipun data pertumbuhan ekonomi China pada kuartal II 2026 melambat, namun PBoC lebih cenderung berhati-hati di tengah konflik di kawasan Timur Tengah yang masih berlangsung.

Pada perdagangan Senin (20/7/2026) kemarin, bursa Eropa bergerak variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,10 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,71 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,06 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,02 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.