Messi Dibungkam, Argentina Kehabisan Keajaiban saat Takluk dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026
📅 Senin, 20 Jul 2026, 06:43 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraEAST RUTHERFORD - Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti di partai puncak. Setelah beberapa kali bangkit lewat aksi Lionel Messi sepanjang turnamen, La Albiceleste tak mampu menemukan keajaiban terakhir ketika dikalahkan Spanyol 0-1 setelah perpanjangan waktu pada final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB.
Kisah penuh drama yang mengantar Argentina ke final Piala Dunia 2026 selesai tanpa akhir bahagia. Mengandalkan magis Messi sepanjang fase gugur, juara bertahan itu akhirnya takluk di hadapan permainan disiplin dan kolektif Spanyol.
Sepanjang turnamen, Argentina berkali-kali lolos dari situasi sulit berkat kontribusi Messi. Saat menghadapi Mesir di babak 16 besar maupun Inggris di semifinal, kapten berusia 39 tahun itu selalu hadir dengan gol atau assist pada momen-momen krusial.
Namun, skenario tersebut tidak terulang di partai final. Spanyol tampil sangat disiplin dalam menjaga ruang gerak Messi, membuat sang megabintang nyaris tidak memperoleh kesempatan untuk menciptakan ancaman.
Memasuki laga final, Messi datang dengan catatan impresif berupa delapan gol dan empat assist. Ia bahkan selalu terlibat dalam terciptanya gol Argentina di setiap pertandingan fase gugur pada dua edisi Piala Dunia terakhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun kali ini, Spanyol berhasil memutus pengaruhnya. Messi kesulitan menerima bola di area berbahaya karena penjagaan ketat lini tengah dan pertahanan Spanyol. Tanpa kreativitas sang kapten, Argentina kehilangan arah dalam membangun serangan.
Statistik pertandingan menggambarkan betapa dominannya Spanyol. Argentina bahkan menjadi tim pertama dalam sejarah final Piala Dunia yang gagal melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit waktu normal.
Upaya pertama mereka, baik mengarah ke gawang maupun tidak, baru tercipta pada menit ke-116. Saat itu Argentina sudah tertinggal 0-1 dan harus bermain dengan 10 pemain setelah gelandang Enzo Fernandez menerima kartu merah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kekalahan ini sekaligus memperlihatkan betapa besarnya ketergantungan Argentina terhadap Messi. Selama turnamen, sang kapten menjadi sumber utama kreativitas sekaligus penyelesai akhir serangan. Ketika Spanyol berhasil membatasi pergerakannya, Argentina kesulitan menemukan alternatif lain untuk membongkar pertahanan lawan.
Sebaliknya, Spanyol justru menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa. Pelatih Luis de la Fuente mampu mengubah jalannya pertandingan melalui pergantian pemain. Ferran Torres, yang masuk dari bangku cadangan, mencetak gol kemenangan, sementara Nico Williams menghadirkan kecepatan dan ancaman baru di sektor sayap.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menilai timnya sebenarnya pantas mengakhiri pertandingan lebih awal.
Menurutnya, penampilan gemilang kiper Argentina Emiliano Martinez menjadi alasan utama laga harus berlanjut hingga babak tambahan.
"Saya rasa pertandingan seharusnya sudah diputuskan jauh lebih awal. Penyelamatan Emiliano Martinez membuat kami tidak bisa menang lebih cepat. Namun ini adalah final Piala Dunia. Anda harus terus berjuang, bahkan ketika lawan bermain dengan 10 orang. Kami sudah siap menghadapi segala kemungkinan," ujar De la Fuente.
Kekalahan ini mengakhiri upaya Argentina mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!