Libya Berpaling ke Jaringan Pembayaran Yuan, Dollar AS Mulai Ditinggalkan

Minggu, 19 Jul 2026, 22:27 WIB

ISTANBUL - Gubernur Bank Sentral Libya, Naji Mohammed Issa, dan Gubernur Bank Rakyat Tiongkok, Pan Gongsheng, Sabtu (18/7), sepakat untuk menghubungkan bank-bank komersial Libya ke sistem pembayaran dan penyelesaian Tiongkok.

Dalam pernyataan di situs webnya, Bank Sentral Libya mengatakan bahwa Issa, yang sedang mengunjungi Beijing, bertemu dengan Gubernur Bank Rakyat Tiongkok pada Jumat (17/7).

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Mereka meninjau volume perdagangan antara kedua negara dan membahas cara-cara penguatan dan meningkatkan tingkat pertumbuhannya.

"Pentingnya meluncurkan fase baru kemitraan strategis sejati antara kedua bank sentral dibahas. Disepakati untuk menghubungkan bank-bank komersial Libya ke Sistem Pembayaran Antar Bank Lintas Batas Tiongkok, CIPS, yang akan menyederhanakan transfer keuangan dan membuatnya lebih mudah dilakukan," katanya.

CIPS diluncurkan oleh Bank Rakyat Tiongkok pada 2015 untuk memfasilitasi transfer internasional menggunakan yuan.

Sistem tersebut berfungsi sebagai infrastruktur yang memungkinkan bank untuk mengirim dan menerima pembayaran dalam mata uang yuan secara langsung, mengurangi ketergantungan pada dolar AS dengan menghilangkan kebutuhan untuk memproses transaksi melalui bank perantara.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa kedua pihak juga sepakat untuk mengatasi hambatan yang ada dan memfasilitasi prosedur perdagangan dengan cara yang akan meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara.

Kegiatan tersebut itu akan dimulai dengan implementasi transfer uang langsung ke Tiongkok, sehingga memudahkan transaksi bagi pedagang skala kecil.

Kedua pihak juga sepakat untuk mengizinkan pembukaan surat kredit secara langsung melalui bank-bank Tiongkok, menurut pernyataan tersebut.

Mereka juga sepakat untuk mengatur kunjungan delegasi perbankan resmi Libya ke Beijing, yang dipimpin oleh Gubernur Bank Sentral dan didampingi oleh direktur bank komersial Libya, untuk bertemu dengan rekan-rekan mereka dari Tiongkok sesegera mungkin.

Pernyataan tersebut mencatat bahwa kunjungan yang direncanakan bertujuan untuk membangun kerja sama antara bank komersial di kedua negara dan untuk memanfaatkan pengalaman Tiongkok dalam pembayaran elektronik dan transfer keuangan langsung.

Ditambahkan pula bahwa langkah-langkah tersebut akan membantu mengurangi ketergantungan pada pasar informal, memastikan kepatuhan terhadap standar anti-pencucian uang dan pendanaan kontra-terorisme, serta meningkatkan reputasi sektor perbankan Libya. Ant

  • dinar
  • china yuan
  • libya

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.