PT KAI Catat Balai Yasa Kiaracondong Pasok 9.899 Komponen Jalur Kereta

Senin, 20 Jul 2026, 14:55 WIB

BANDUNG - Balai Yasa Jembatan Kiaracondong memproduksi 9.899 komponen penunjang keselamatan jalur kereta api di Indonesia. Fasilitas milik Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut aktif menjaga keandalan seluruh infrastruktur jembatan kereta api.

Seluruh produk baja tersebut diproduksi secara bertahap selama rentang waktu tahun 2023 hingga 2025. Pihak perusahaan melaporkan perkembangan kinerja operasional perbengkelan itu pada hari Minggu (19/7).

Ket. Foto: — Sumber: KAI

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan keterkaitan produk dengan keselamatan perjalanan kereta api. Bengkel perawatan perkeretaapian ini berlokasi di Jalan Kiaracondong Nomor 92, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Setiap produk yang dihasilkan berangkat dari kebutuhan menjaga rel dan jembatan tetap aman dilalui perjalanan kereta api," ujar Anne.

Pabrik tersebut memproduksi komponen terbesar berupa 2.970 mata pecok untuk pemadat batu pecah rel. Mereka juga membuat 587 penjepit rel sementara guna mengamankan jalur kereta yang mengalami kerusakan.

Fasilitas ini menghasilkan 464 alat pengukur lebar jalur dan 399 mistar pemeriksa cacat rel. Sebanyak 290 alat ukur keausan rel turut diproduksi demi mendukung ketepatan pemeriksaan petugas lapangan.

Anne menjelaskan bahwa pembuatan komponen secara mandiri dapat memperkuat kesiapan penanganan kendala di lapangan. Pabrik ini memproduksi 312 unit penyangga jembatan darurat dengan kapasitas penahan beban hingga 83 ton.

"Produksi internal memperkuat kesiapan penanganan. Komponen dapat dibuat sesuai kebutuhan jalur sehingga petugas memiliki peralatan yang tepat saat melakukan pengamanan dan perbaikan," ujar Anne.

Mereka juga membuat 603 pengikat rel serta 132 cetakan tetrapod sepanjang periode tiga tahun. Pada program kerja 2026, mereka telah menyelesaikan penanganan satu unit jembatan baja berukuran besar.

Infrastruktur jembatan baja yang telah rampung tersebut memiliki panjang 40 meter dengan berat mencapai 137,91 ton. Mereka juga menuntaskan 16 komponen empat jembatan di wilayah Pekalongan hingga Sragi Jawa Tengah.

Bengkel ini didukung oleh 26 orang pekerja profesional untuk menjaga mutu produksi seluruh komponen. Para pegawai juga mengantongi sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara resmi.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, mengemukakan rencana pengembangan alat ukur berbasis digital. Inovasi tersebut meliputi dongkrak rel berkapasitas 12 ton dan sistem ukur gelombang keausan permukaan.

"Pengembangan alat ukur dan peralatan kerja diarahkan untuk membantu petugas menemukan kondisi jalur lebih dini sehingga penanganan keselamatan dapat dilakukan secara tepat," kata Wisnu. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.