Amerika Serikat Serang Iran, Selat Hormuz Kembali Jadi Medan Konflik
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiDi tengah meningkatnya eskalasi militer, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa "minggu depan situasinya akan benar-benar buruk bagi mereka," seraya mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.
Namun, Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan nota kesepahaman hanya memiliki arti apabila seluruh klausulnya dijalankan.
"Jika Iran tidak memperoleh manfaat apa pun dari nota kesepahaman ini, kami tidak punya alasan untuk mematuhinya," katanya.
Di tengah konflik, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal. Data perusahaan pelacak maritim Kpler menunjukkan hanya terdapat 21 kapal yang melintas pada Selasa, sementara harga minyak dunia kembali menguat setelah eskalasi terbaru.
Sebaiknya Anda baca juga:
AS juga kembali memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Situasi keamanan yang memburuk memicu kecemasan di Iran maupun negara-negara Teluk.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!