Kesejahteraan Tidak Diukur dari Uang Saat panen, tapi dari Daya Beli Biaya Hidup Petani
📅 Selasa, 14 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiMuliarta juga menyoroti narasi petani bisa berlibur ke luar negeri. Dengan mayoritas petani Indonesia adalah petani gurem dan buruh tani penggarap, maka hasil panen sering kali habis untuk melunasi utang modal tanam dan kebutuhan pangan keluarga.
“Kelompok elite agribisnis seperti tuan tanah besar, pemilik penggilingan padi raksasa, atau tengkulaklah yang sebenarnya mampu menikmati kemewahan itu,” katanya.
Dia pun mengingatkan agar tidak menggunakan potret segelintir elite untuk menggeneralisasi kondisi jutaan petani karena itu adalah kesalahan fatal. Terlebih di tengah ancaman perubahan iklim dan kegagalan panen, sementara skema asuransi pertanian belum efektif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!