Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Timur Dorong Warga Manfaatkan Lahan dengan Tanam Singkong sebagai Pendamping Beras

📅 Senin, 05 Okt 2026, 14:15 WIB | Oleh:
Jakarta Timur Dorong Warga Manfaatkan Lahan dengan Tanam Singkong sebagai Pendamping Beras Doc: antara foto
Ket. Panen singkong di Jalan Radar Utara, Pangkalan Jati, Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jumat (2/10) lalu.

JAKARTA - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur (Jaktim) mendorong masyarakat memanfaatkan lahan untuk menanam tanaman pangan pendamping beras seperti singkong.

"Ya memang pemanfaatan lahan untuk tanaman pendamping beras bisa menjadi salah satu langkah masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan," kata Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto saat dihubungi di Jakarta, Senin (5/10).

Menurut Taufik, tanaman pendamping beras juga menjadi upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Salah satu tanaman, seperti singkong dan petai dipanen di Jalan Radar Utara, Pangkalan Jati, Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jumat (2/10) lalu.

"Memang ada Instruksi Sekretaris Daerah Khusus Ibu Kota Provinsi Jakarta Nomor 40 Tahun 2026 tentang Gerakan Menanam Tanaman Pangan Pendamping Beras untuk Ketahanan Pangan Keluarga DKI Jakarta," kata Taufik.

Sejumlah komoditas yang didorong untuk ditanam masyarakat melalui gerakan tersebut, antara lain singkong, ubi, jagung, sukun, talas, pisang, dan labu madu.

Taufik mengatakan hasil tanaman yang dikembangkan dalam gerakan tersebut pada tahap awal masih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin melakukan aksi panen singkong dan petai bersama warga di lingkungan RW 09, Jalan Radar Utara, Cipinang Melayu, Makasar, Jumat (2/10).

Dari kegiatan tersebut, hasil panen singkong mencapai sekitar 15 kilogram, sedangkan petai yang dipanen mencapai 40 papan.

Menurut Munjirin, kegiatan seperti ini menjadi langkah positif dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal.

"Cukup baik dan bagus ya, panen ini maksimal tadi kita cabut singkong besar-besar dan petainya cukup segar, ini mewujudkan upaya ketahanan pangan optimal," kata Munjirin.

Munjirin berharap kegiatan memanfaatkan lahan produktif dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah Jakarta Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Polri Perkenalkan Tagline Baru Polisi Bersama Masyarakat

49 menit yang lalu | Paundra Zakirulloh

Nasional
Polri Perkenalkan Tagline B...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.