Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perluas Makanan Pokok, Jepang Dorong Konsumsi Tepung Beras

📅 Senin, 13 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perluas Makanan Pokok, Jepang Dorong Konsumsi Tepung Beras Doc: AFP/ Kazuhiro NOGI
Ket. Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, Norikazu Suzuki

TOKYO - Kementerian Pertanian Jepang mendorong masyarakatnya menggunakan tepung beras untuk membuat makanan manis, sebagai cara memperluas cara konsumsi makanan pokok tersebut dan di tengah menurunnya konsumsi beras di Jepang.

Pada awal bulan ini, sebuah acara diadakan di Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan untuk memperkenalkan contoh dan produk yang terbuat dari tepung beras oleh 22 produsen dari seluruh negeri, termasuk mereka yang memproduksi permen bergaya Barat.

Acara tersebut memamerkan berbagai macam kue kering, termasuk kue-kue, baumkuchen, dan brownies, yang mengandung berbagai jumlah tepung beras -- dari 10 hingga 100 persen.

Edelweiss Co., sebuah perusahaan kue yang berbasis di Amagasaki, Prefektur Hyogo, memperkenalkan hidangan penutup tradisional Spanyol yang disebut polvoron yang terbuat dari tepung beras.

Polvoron adalah jenis kue kering dengan tekstur renyah yang secara tradisional menggunakan tepung terigu panggang.

“Dengan menggunakan tepung beras, kita dapat melewati proses pemanggangan dan memberikan sentuhan Jepang pada kue-kue ini,” kata seorang juru bicara perusahaan tersebut.

Permintaan global untuk tepung beras meningkat karena bahan makanan tersebut tidak mengandung gluten, yang diyakini menyebabkan alergi gandum.

Diskusi bersama koki dan pengusaha penggilingan tepung ternama selama acara tersebut menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran tentang manfaat kesehatan tepung beras, serta perbedaannya dengan tepung terigu.

Menteri Pertanian Norikazu Suzuki menghadiri acara tersebut dan mengumumkan targetnya menggandakan permintaan tepung beras dari angka 2025 menjadi 130.000 ton pada 2030.

Dia juga menyatakan harapannya agar konsumen akan memilih produk tepung beras karena rasanya yang lezat.

Menurut data terbaru dari Organisasi Pendukung Pasokan Beras Stabil, konsumsi beras rata-rata bulanan per kapita di Jepang turun 6,1 persen, mencapai titik terendah dalam tujuh tahun terakhir yaitu 4.435 gram selama periode yang berakhir Maret 2026.

Sebelumnya pada Juni, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan RUU yang merevisi undang-undang tentang pasokan dan penetapan harga pangan pokok yang stabil untuk mencegah kelebihan produksi beras.

Suzuki berjanji bahwa pemerintah akan meningkatkan permintaan tepung beras dan produk beras lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Lingkungan Sehat Ciptakan K...
Megapolitan
Bekasi Dorong Para Pebisnis...
Nasional
ADB Pangkas Pertumbuhan Eko...
Megapolitan
Pemprov Ingin Bangun Kopera...

AS Kembali Serang Iran

1 jam lalu | Lukman

Luar Negeri
AS Kembali Serang Iran
Ekonomi
PKB Gelar Nobar Perempat Fi...
Kemenhub Targetkan Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus

Kemenhub Targetkan Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.