Piala Dunia, Ndoye Menggetarkan Jala Argentina, 1-1 Menit 67. Pemaiana Swiss Mbolo Dikartu Merah
📅 Minggu, 12 Jul 2026, 09:39 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SLEMAN – Kubu Argentina dibuat kalang kabut serangan ebrtubi-tubi Swiss yang akhirnya terjadi gol oleh Ndoye, 1-1 terjadi di menit 67, tanpa bisa disentuh Martinez. Posisi draw ini membuat laga makin seru. Sayang dua menit kemudian, pemain Swiss Mbolo diberi kartu merah.
Sebelumnya, baru menit 10 Argentina sudah unggul 1-0 atas Swiss di babak 8 besar Piala Dunia 2026, Minggu. Gol cepat itu menerima umpan dari tendangan sudut.
Juara bertahan Argentina Swiss di perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead, Kansas City, Minggu (12/7) pagi WIB.
Argentina lebih diunggulkan berkat kualitas individu serta ketajaman Lionel Messi. Namun, tim asuhan Lionel Scaloni belum sepenuhnya meyakinkan dalam dua pertandingan fase gugur terakhir.
La Albiceleste membutuhkan perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Tanjung Verde 3-2 pada babak 32 besar. Mereka kemudian nyaris tersingkir ketika tertinggal dua gol dari Mesir pada babak 16 besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez pada 11 menit terakhir membawa Argentina membalikkan keadaan sekaligus menang 3-2. Kebangkitan itu memperlihatkan mentalitas juara Argentina, tetapi juga menunjukkan rapuhnya mereka ketika menghadapi serangan balik.
Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina. Kapten berusia 39 tahun itu telah mencetak delapan gol pada turnamen ini, menyamai penyerang Prancis Kylian Mbappe di puncak daftar pencetak gol, serta menambah koleksinya menjadi 21 gol sepanjang sejarah Piala Dunia.
Scaloni masih harus menentukan pendamping Messi di lini depan. Julian Alvarez menjadi starter ketika menghadapi Mesir, tetapi Lautaro Martinez memberikan dampak penting setelah masuk dari bangku cadangan saat Argentina mengejar ketertinggalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Argentina juga harus lebih tenang dalam mengontrol pertandingan. Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Leandro Paredes dituntut memenangkan pertarungan lini tengah agar Swiss tidak leluasa mengembangkan transisi cepat.
Di kubu lawan, Swiss datang dengan kepercayaan diri setelah mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 72 tahun. Tim asuhan Murat Yakin menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti 4-3 setelah bermain tanpa gol selama 120 menit.
Kedisiplinan Manuel Akanji dan rekan-rekan di lini pertahanan, kepemimpinan Granit Xhaka di tengah, serta ketangguhan Gregor Kobel di bawah mistar menjadi modal Swiss untuk meredam dominasi Argentina.
Namun, Swiss dipastikan kehilangan Johan Manzambi karena cedera lutut. Absennya pemain yang telah menyumbangkan tiga gol dan dua assist tersebut menjadi pukulan besar bagi daya serang mereka.
Pertandingan ini juga mengulang pertemuan kedua negara pada babak 16 besar Piala Dunia 2014. Ketika itu, Argentina menang 1-0 melalui gol Angel Di Maria pada babak perpanjangan waktu. Messi, Xhaka, dan Ricardo Rodriguez menjadi pemain yang masih tersisa dari pertemuan tersebut.
Argentina tetap menjadi favorit berkat kemampuan Messi menciptakan perbedaan dalam ruang sempit. Akan tetapi, apabila kembali kehilangan keseimbangan dan terlambat menemukan ritme, Swiss memiliki organisasi permainan yang cukup kuat untuk membawa laga berlangsung panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!