- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemkot Jakarta Barat Pangg...
Pemkot Jakarta Barat Panggil Terduga Penyedia Loker Bodong dan Korban, Perusahaan Penyalur Diusut
Jumat, 10 Jul 2026, 19:40 WIBJakarta â Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) akan memanggil pihak yang diduga menjadi penyedia lowongan kerja (loker) bodong beserta para korban yang merasa dirugikan pada pekan depan.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan kedua pihak akan dipanggil secara terpisah untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
"Senin (13/7) atau Selasa (14/7) kami panggil. Jadi antara perusahaannya (terduga penyedia loker bodong) dipanggil, serta korban atau pencari kerja itu. Masing-masing dipanggil dulu, kami tanyai dulu," kata Iin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7).
Menurut Iin, Sudin Nakertransgi telah melakukan inspeksi ke lokasi yang diduga menjadi tempat praktik penyaluran lowongan kerja bodong di kawasan Ruko Pangeran Tubagus Angke, Jakarta Barat, pada Rabu (8/7) dan Kamis (9/7).
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan pihak yang beroperasi di lokasi tersebut mengaku hanya bertindak sebagai penyalur tenaga kerja dari sebuah perusahaan yang disebut sedang mencari pekerja.
"Berdasarkan keterangan Sudin Nakertransgi yang ke sana, ternyata sebelumnya memang sudah ada aktivitas di lokasi itu. Namun, mereka mengaku hanya sebagai penyalur dari perusahaan penyedia lowongan kerja," ujar Iin.
Meski demikian, hingga kini Pemerintah Kota Jakarta Barat belum mengetahui identitas maupun lokasi perusahaan yang dimaksud. Sudin Nakertransgi masih melakukan penelusuran untuk mengungkap pihak yang berada di balik praktik tersebut.
"Belum diketahui pusatnya di mana. Mereka di situ seperti agen atau penyalur. Makanya sekarang masih diselidiki, termasuk kantor dan perusahaan yang menjadi sumber lowongan itu," katanya.
Pemanggilan terhadap terduga penyalur dan para korban dilakukan untuk mencocokkan keterangan serta memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam proses rekrutmen tersebut.
Kasus dugaan rekrutmen bodong di Jakarta Barat menjadi perhatian setelah sejumlah pencari kerja mengaku diminta menyerahkan uang dalam jumlah cukup besar dengan iming-iming memperoleh pekerjaan. Namun, hingga kini mereka tidak kunjung mendapat kepastian terkait pekerjaan yang dijanjikan.
Iin mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang beredar, terutama melalui media sosial atau platform daring.
Ia meminta masyarakat memastikan legalitas perusahaan dan mengonfirmasi informasi lowongan kerja kepada Sudin Nakertransgi sebelum menyerahkan dokumen maupun uang kepada pihak tertentu.
"Kalau terkait lowongan pekerjaan, sebaiknya masyarakat mengonfirmasi ke Sudin Nakertransgi. Kami juga memiliki perwakilan di tingkat kecamatan, sehingga informasi bisa ditanyakan terlebih dahulu agar tidak menjadi korban penipuan," ujar Iin.
- Loker Bodong
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.