- Home
-
- Luar Negeri
-
- Parlemen Eropa Desak Inves...
Parlemen Eropa Desak Investigasi Presiden FIFA
Kamis, 09 Jul 2026, 19:00 WIBJAKARTA - Keputusan FIFA mencabut sanksi Folarin Balogun di Piala Dunia FIFA 2026 terus memicu kontroversi. Kali ini, sejumlah anggota parlemen Eropa meminta penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Desakan tersebut muncul setelah FIFA membatalkan hukuman larangan bermain untuk Balogun. Sebelumnya, striker Amerika Serikat itu menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada 1 Juli lalu.
Dalam aturan normal, kartu merah di Piala Dunia membuat pemain absen pada laga berikutnya. Namun Balogun tetap bisa tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia di babak 16 besar.
Keputusan itu menjadi yang pertama dalam sejarah modern Piala Dunia. Belum pernah ada kartu merah di turnamen ini yang berakhir tanpa sanksi larangan bermain.
Menurut laporan media Eropa, sekelompok anggota parlemen mulai menggalang dukungan untuk mendorong investigasi resmi. Mereka juga meminta federasi sepak bola di negara-negara Uni Eropa ikut menekan FIFA agar membuka proses pengambilan keputusan tersebut.
Para anggota parlemen mempertanyakan kemungkinan adanya campur tangan politik dalam kasus ini. Sorotan mengarah pada hubungan dekat antara Infantino dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Trump sebelumnya mengakui sempat berbicara dengan Infantino terkait kartu merah Balogun. Menurut dia, hukuman tersebut terasa terlalu berat bagi pemain yang menjadi andalan Amerika Serikat di turnamen ini.
Trump menyebut dirinya hanya meminta FIFA meninjau kembali keputusan tersebut. Ia juga menegaskan tidak pernah meminta hasil tertentu dari pembicaraan itu.
FIFA sendiri mengatakan keputusan pencabutan sanksi diambil oleh komite disiplin independen. Organisasi itu membantah adanya intervensi dari pihak luar dalam proses tersebut.
Namun kritik terus berdatangan dari berbagai pihak di Eropa. UEFA bahkan menyebut keputusan itu sebagai langkah yang sulit dipahami dan tidak dapat dibenarkan.
Anggota parlemen Eropa menilai olahraga harus dijalankan dengan aturan yang adil dan transparan. Mereka khawatir tekanan politik dapat memengaruhi keputusan penting di dunia sepak bola.
Infantino membela keputusannya untuk berbicara dengan Trump mengenai kasus tersebut. Ia menegaskan seluruh proses tetap ditangani oleh badan peradilan independen milik FIFA.
Kontroversi itu pada akhirnya tidak mengubah nasib Amerika Serikat di turnamen ini. Tim tuan rumah tetap tersingkir setelah kalah 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Persib Bandung Tindak Lanjuti Sanksi FIFA terkait Kasus Mantan Pelatih Rene Albert pada 2022
-
IHSG Hari Ini Menguat, Dipicu Optimisme Arah Kebijakan "Dovish" Bank Sentral Global
-
Ambulans Terbang Segera Terwujud? BRIN Matangkan Ekosistem Pesawat N219
-
Jumat, Polda Metro Buka Samsat Keliling di Jadetabek, Cek Waktu dan Lokasinya, Jangan Sampai Telat!
-
Gianni Infantino Bungkam soal Krisis FIFA, Hadiri Pelantikan Presiden Kolombia di Tengah Ancaman Boikot Piala Dunia
-
Karhutla di Magetan dan Jombang Berhasil Dipadamkan Kurang Dari 24 Jam
-
Taman Safari Kembali Gelar Kompetisi Fotografi dan Video Satwa IAPVC, Tahun Ini Ada Dua Kategori Baru!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.