Resmikan Halte Swadarma ParagonCorp, Gubernur Pramono Targetkan Jakarta Kota Global

Kamis, 09 Jul 2026, 19:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat transformasi Jakarta menjadi Kota Global melalui penguatan transportasi publik dan penyediaan ruang publik yang inklusif, aman, serta berkelanjutan. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan peresmian fasilitas terintegrasi Halte Transjakarta Swadarma ParagonCorp sekaligus peninjauan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bhinneka Swadarma di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (9/7).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga menghadirkan layanan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi salah satu strategi penting untuk mempercepat terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang modern dan inklusif.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat transformasi Jakarta menjadi Kota Global melalui penguatan transportasi publik dan penyediaan ruang publik yang inklusif, aman, serta berkelanjutan. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Peresmian fasilitas terintegrasi Halte Swadarma Paragon menegaskan bahwa Jakarta menuju Kota Global tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga melalui layanan publik yang inklusif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," ujar Pramono.

Kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan ParagonCorp merupakan kelanjutan dari kerja sama melalui program hak penamaan atau naming rights Halte Swadarma ParagonCorp yang dimulai pada Januari 2025. Kemitraan tersebut kemudian berkembang melalui berbagai program, seperti penyediaan fasilitas air minum gratis bersama PAM Jaya, Paragon Empties Station untuk pengumpulan kemasan kosmetik bekas, pembangunan musala di enam halte Transjakarta, hingga revitalisasi halte beserta jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ramah bagi seluruh pengguna.

Halte Swadarma ParagonCorp kini dilengkapi fasilitas lift yang dirancang menyesuaikan kondisi lapangan sehingga memudahkan akses bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, maupun masyarakat umum. Kehadiran fasilitas tersebut juga mendukung mobilitas lebih dari seribu pengguna Transjakarta setiap harinya agar dapat menikmati layanan transportasi publik dengan lebih aman dan nyaman.

Pramono menegaskan pembangunan Jakarta tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, pemerintah terus mengoptimalkan skema creative financing melalui kolaborasi bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan sektor swasta agar pembangunan berbagai fasilitas publik dapat berlangsung lebih cepat.

"Jakarta tidak bisa dibangun sendirian oleh Pemerintah DKI Jakarta. Kita melakukan creative financing bekerja sama dengan swasta, salah satunya hari ini dengan Paragon, dan menunjukkan baik itu RPTRA maupun halte terkelola sangat baik dan dimanfaatkan cukup baik oleh masyarakat," katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada ParagonCorp atas dukungan yang diberikan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Menurutnya, kolaborasi serupa diharapkan terus diperluas untuk mendukung pembangunan fasilitas publik lainnya yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Jakarta.

"Saya mengapresiasi ParagonCorp atas komitmennya mendukung pembangunan Jakarta. Ke depan, saya berharap kolaborasi melalui program CSR terus diperluas, tidak berhenti pada revitalisasi halte, tetapi juga menyasar berbagai kebutuhan layanan publik lainnya," tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta juga memastikan fasilitas lift ramah disabilitas di halte tersebut akan mendapatkan pemeliharaan secara berkelanjutan. Selain itu, Pramono menginstruksikan seluruh BUMD agar lebih aktif membangun kemitraan dengan dunia usaha karena pemerintah telah menyiapkan enam titik halte lain yang akan dikembangkan melalui pola kerja sama serupa.

"Saya menginstruksikan BUMD untuk semakin proaktif membangun kemitraan dengan dunia usaha agar lebih banyak program CSR dapat diwujudkan melalui skema creative financing demi mempercepat terwujudnya Jakarta sebagai Kota Global," jelasnya.

Sementara itu, Group Chief Executive Officer ParagonCorp menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga ingin memberikan manfaat yang lebih luas melalui berbagai program yang berdampak bagi masyarakat.

"Bagi kami, Paragon tumbuh bukan hanya untuk mencari manfaat, tetapi juga memberikan manfaat. Ini merupakan perwujudan dari tujuan perusahaan. Mudah-mudahan kolaborasi ini semakin besar, semakin banyak, dan bermanfaat bukan hanya bagi Jakarta, tetapi juga Indonesia," ungkapnya.

Usai meresmikan halte, Gubernur DKI Jakarta melanjutkan kunjungan ke RPTRA Bhinneka Swadarma untuk memastikan ruang publik tersebut berfungsi optimal sebagai tempat bermain, berinteraksi, dan belajar bagi masyarakat. RPTRA yang dibangun di atas lahan kosong sekitar enam tahun lalu itu kini menjadi salah satu ruang terbuka yang dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas keluarga.

Salah seorang warga, Lia, mengaku keberadaan RPTRA memberikan dampak positif karena anak-anaknya kini lebih memilih bermain di ruang terbuka dibandingkan menggunakan telepon genggam. Ia berharap fasilitas tersebut terus dirawat sehingga tetap nyaman dimanfaatkan oleh masyarakat setiap hari.

"Semenjak ada ini, terbantu juga. Jadi lupa dengan handphone. Kalau lagi bosan ke sini, pulang nanti balik lagi ke sini setiap hari," ucap Lia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.