Inklusi Keuangan Indonesia Meningkat, Layanan PayLater Semakin Berperan
Kamis, 09 Jul 2026, 18:57 WIBJAKARTA â Perkembangan teknologi digital terus mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan. Salah satu layanan yang mengalami pertumbuhan pesat adalah pembiayaan digital atau paylater, yang kini semakin banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari dengan proses yang lebih cepat, praktis, dan mudah dijangkau.
Meningkatnya penggunaan layanan pembiayaan digital dinilai sejalan dengan membaiknya tingkat inklusi keuangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen, mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Di tengah perkembangan ekonomi digital, layanan paylater menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang membantu masyarakat memperoleh akses pendanaan secara legal dan lebih efisien, termasuk bagi kelompok yang selama ini masih memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan keuangan formal (underbanked).
Direktur PT Commerce Finance, Anggie Setia Ariningsih, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan digital terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis digital.
Menurutnya, inovasi di sektor pembiayaan tidak hanya bertujuan menghadirkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan bertanggung jawab.
"Seiring dengan berkembangnya kebutuhan finansial masyarakat dan ekonomi digital di Indonesia, layanan pembiayaan digital memiliki peran yang semakin penting dalam memperluas akses terhadap solusi keuangan yang mudah, aman, dan bertanggung jawab,â ucapnya melalui keterangan tertulisa pada hari Kamis (9/7).
âDi SPayLater, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna, sekaligus mengedepankan transparansi, edukasi, dan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab agar manfaat layanan keuangan digital dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh semakin banyak masyarakat," tambah Anggie.
Permudah Akses Pembiayaan
Layanan pembiayaan digital memungkinkan masyarakat mengajukan pembiayaan secara daring tanpa harus melalui proses administrasi yang rumit. Pengajuan, persetujuan, hingga pengelolaan cicilan dapat dilakukan melalui aplikasi sehingga memberikan fleksibilitas bagi pengguna.
Kemudahan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong semakin luasnya adopsi layanan paylater, terutama di tengah meningkatnya aktivitas belanja dan transaksi digital.
Selain memberikan kemudahan akses, layanan pembiayaan digital juga mendukung perluasan inklusi keuangan dengan membuka akses pembiayaan kepada masyarakat yang sebelumnya belum terlayani secara optimal oleh lembaga keuangan konvensional.
Perlindungan Konsumen Tetap Penting
Meski menawarkan berbagai kemudahan, pertumbuhan layanan pembiayaan digital juga perlu diimbangi dengan perlindungan konsumen yang memadai.
Masyarakat diimbau memastikan layanan yang digunakan telah memperoleh izin dan berada di bawah pengawasan OJK. Selain itu, pengguna juga perlu memahami secara menyeluruh informasi mengenai biaya, bunga, tenor, maupun kewajiban pembayaran sebelum menggunakan layanan pembiayaan.
Keamanan data pribadi serta kemudahan mengakses layanan pelanggan juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam memilih penyedia layanan pembiayaan digital.
Prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem keuangan digital sekaligus mencegah risiko penggunaan layanan secara berlebihan.
Inovasi Perluas Inklusi Keuangan
Perkembangan teknologi terus mendorong inovasi di sektor pembiayaan digital. Penyedia layanan berlomba menghadirkan proses yang semakin cepat, pengalaman pengguna yang lebih sederhana, serta fitur-fitur baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Inovasi tersebut turut mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang membuat masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan layanan digital dalam berbagai aktivitas, mulai dari berbelanja hingga mengakses layanan keuangan.
Komitmen menghadirkan inovasi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang mendorong SPayLater meraih penghargaan Best PayLater Service pada kategori Financial Solution, Retail, and Education dalam ajang Selular Award 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya perusahaan menghadirkan layanan pembiayaan digital yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital.
Ke depan, kolaborasi antara pelaku industri, regulator, dan penyedia teknologi diharapkan dapat memperkuat literasi keuangan, meningkatkan perlindungan konsumen, serta memperluas akses layanan keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Saat ini, SPayLater menyediakan berbagai pilihan pembiayaan, termasuk fasilitas cicilan 0 persen dengan tenor hingga 24 bulan, sebagai bagian dari upaya memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam mengelola kebutuhan transaksi mereka.
- BPS
- OJK
- PayLater
- Inklusi Keuangan
- pembiayaan digital
- literasi keuangan
- Ekonomi Digital
- SPayLater
- SNLIK 2025
- PT Commerce Finance
- Anggie Setia Ariningsih
- Selular Award 2026
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Tiongkok dan AS Bahas Pengurangan Tarif Barang Senilai Rp529 Triliun
-
Amartha Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial bagi UMKM dan Ekonomi Akar Rumput
-
Ratusan Aparat dan Pengusaha Belajar Kelola Keuangan Tanpa Ketergantungan Utang
-
East Ventures: Transformasi Digital Indonesia Harus Berujung pada Nilai Ekonomi Nyata
-
Infrastruktur Siap AI Penting untuk Dorong Ekonomi Digital Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.