Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola

Rabu, 10 Jun 2026, 06:20 WIB

MEXICO CITY, MEKSIKO – Piala Dunia 2026 akan segera bergulir dengan membawa harapan besar sekaligus sejumlah kontroversi. FIFA berharap daya tarik turnamen sepak bola terbesar di dunia mampu mengalahkan berbagai persoalan yang muncul menjelang kick-off, mulai dari harga tiket yang melonjak, situasi politik di Amerika Serikat, hingga bayang-bayang konflik internasional.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia akan digelar oleh tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen edisi kali ini juga menjadi yang terbesar dengan melibatkan 48 tim peserta.

Ket. Foto: Stadion Azteca, tempat laga pembuka Piala Dunia 2026. — Sumber: AFP

Jutaan penggemar diperkirakan akan memadati stadion-stadion di tiga negara tersebut dalam turnamen yang paling kompleks secara logistik sepanjang sejarah Piala Dunia.

Pesta sepak bola dunia akan dimulai di stadion legendaris Estadio Azteca pada Kamis, ketika tuan rumah Meksiko menghadapi Afrika Selatan.

Turnamen yang berlangsung hampir enam pekan itu akan berakhir pada final di MetLife Stadium pada 19 Juli.

Di lapangan, sejumlah pertanyaan besar akan menjadi pusat perhatian.

Apakah Lionel Messi yang kini berusia 38 tahun mampu membawa Argentina mempertahankan gelar dunia dan mengakhiri perdebatan panjang mengenai statusnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa?

Atau justru rival abadinya, Cristiano Ronaldo yang berusia 41 tahun, mampu menentang usia dan mengantarkan Portugal meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka?

Inggris juga datang dengan misi besar. Bersama Harry Kane, The Three Lions berharap mengakhiri penantian 60 tahun sejak satu-satunya gelar dunia mereka pada 1966.

Presiden FIFA Gianni Infantino bahkan menyebut turnamen ini sebagai "pertunjukan terbesar yang pernah ada". Namun, optimisme tersebut menghadapi kritik keras.

Salah satu masalah terbesar menjelang Piala Dunia 2026 adalah harga tiket yang dianggap terlalu mahal.

Biaya menonton pertandingan mengalami lonjakan drastis dibandingkan edisi sebelumnya. Tiket final Piala Dunia 2022 memiliki harga tertinggi sekitar 1.600 dolar AS, sedangkan tiket termahal Piala Dunia 2026 mencapai angka mengejutkan sekitar 32.970 dolar AS.

Kenaikan harga tersebut memicu reaksi negatif dari berbagai negara. Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikenal dekat dengan FIFA juga mengaku terkejut ketika mengetahui harga tiket laga pembuka Amerika Serikat mencapai sekitar 1.000 dolar AS.

"Saya juga tidak akan membayarnya," kata Trump seperti dikutip media setempat.

Kondisi itu membuat FIFA menghadapi tantangan besar untuk meyakinkan publik bahwa Piala Dunia tetap menjadi ajang yang bisa dinikmati semua kalangan.

Selain persoalan tiket, faktor politik juga menjadi perhatian.

Organisasi HAM menilai kebijakan imigrasi, pembatasan demonstrasi, dan isu kebebasan pers di Amerika Serikat berpotensi memengaruhi suasana Piala Dunia.

Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah FIFA mencoret wasit Somalia, Omar Artan, dari daftar perangkat pertandingan karena gagal memasuki Amerika Serikat.

Artan seharusnya menjadi wasit pertama asal Somalia yang bertugas di Piala Dunia, tetapi ia ditolak saat tiba di Bandara Internasional Miami.

FIFA menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk mengubah keputusan tersebut.

Ketegangan lain muncul terkait Iran. Setelah konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari, partisipasi Iran di Piala Dunia ikut terdampak.

Iran bahkan memindahkan pusat latihan mereka dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko.

Sejumlah anggota staf administrasi Iran juga disebut tidak mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat.

Di sisi olahraga, Piala Dunia 2026 akan menghadirkan perubahan besar.

Jumlah peserta bertambah dari 32 menjadi 48 tim. Format baru ini membuat fase grup lebih panjang dengan total 72 pertandingan untuk menentukan 12 tim yang tersingkir.

Sebanyak 32 negara akan lolos ke fase gugur, terdiri dari dua tim terbaik dari masing-masing grup serta delapan peringkat ketiga terbaik.

Turnamen ini juga memperkenalkan sejumlah aturan baru.

Untuk pertama kalinya, setiap pertandingan akan memiliki jeda pendinginan di tengah masing-masing babak karena suhu panas dan kelembapan tinggi diperkirakan menjadi tantangan besar di banyak stadion.

FIFA juga menerapkan aturan baru terkait pergantian pemain untuk mengurangi aksi membuang waktu.

Selain itu, pemain bisa mendapat kartu merah jika menutupi mulut, tangan, atau bagian tubuh lain saat melakukan konfrontasi dengan lawan dalam upaya mencegah komentar ofensif tidak terdeteksi.

Laga final Piala Dunia 2026 juga berpotensi menjadi yang terlama dalam sejarah.

Hal itu karena FIFA merencanakan pertunjukan paruh waktu bergaya Super Bowl dengan penampilan artis dunia. Durasi jeda istirahat diperkirakan meningkat dari standar 15 menit menjadi sekitar 25 menit.

Dengan segala perubahan dan kontroversi yang mengiringi, Piala Dunia 2026 tetap menjadi panggung terbesar sepak bola dunia.

  • FIFA
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.