Kemendikdasmen Catat 2,9 Juta Anak Tidak Sekolah

Kamis, 09 Jul 2026, 19:08 WIB

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menemukan data mencengangkan mengenai adanya 2,9 juta anak di Indonesia yang tidak sekolah. Mayoritas dari jutaan anak yang kehilangan hak pendidikan tersebut berada pada jenjang usia Sekolah Menengah Atas (SMA).

Fenomena memprihatinkan ini dipicu oleh akumulasi masalah faktor ekonomi keluarga serta tantangan geografis di daerah terpencil. Selain itu, minimnya motivasi melanjutkan pendidikan formal di kalangan generasi muda saat ini juga memperburuk keadaan.

Ket. Foto: Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Saryadi — Sumber: kemendikdasmen.go.id

"Kami sedang merumuskan formula kebijakan penanganan yang komprehensif melalui jalur formal maupun layanan khusus agar jutaan anak ini bisa segera kembali belajar," kata Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Saryadi, Kamis (9/7.

Langkah taktis tersebut dinilai sangat mendesak demi menyelamatkan masa depan bonus demografi nasional yang sedang berjalan.

Potensi lonjakan angka pengangguran terbuka di masa mendatang menjadi ancaman nyata jika masalah ini diabaikan begitu saja. Oleh karena itu, penanganan serius dari hulu ke hilir harus segera diimplementasikan oleh seluruh pemangku kepentingan.

"Pemerintah daerah juga harus bergerak cepat melakukan validasi data di lapangan agar penyaluran bantuan pendidikan bisa tepat sasaran," ujar sosiolog pendidikan.

Validasi akurat dinilai menjadi kunci utama agar program Kartu Indonesia Pintar tidak salah sasaran lagi.

Sinergi lintas sektoral antara kementerian dan komunitas peduli pendidikan menjadi pilar penting dalam menyelesaikan benang kusut ini. Jika kolaborasi ini berjalan optimal, maka target pengentasan anak putus sekolah akan lebih mudah dicapai.

Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu mengembalikan anak-anak usia produktif ke ekosistem pembelajaran yang jauh lebih layak dan inklusif. Target besar pencapaian Indonesia Emas pun tidak akan sekadar menjadi slogan kosong tanpa bukti nyata di lapangan.

Seluruh elemen bangsa kini menaruh harapan besar pada transformasi kebijakan pendidikan baru yang sedang digodok pemerintah pusat. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.