Tak Hanya KPR, BTN Perluas Ekspansi ke Sektor Produktif dan UMKM Jawa Barat

Minggu, 05 Jul 2026, 12:00 WIB

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperluas strategi bisnisnya di Jawa Barat dengan mengembangkan ekosistem layanan perbankan yang lebih beragam. Tidak lagi hanya mengandalkan pembiayaan perumahan atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR), perseroan kini mulai memperkuat penetrasi ke berbagai sektor produktif, mulai dari kawasan industri, sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Regional Office Head BTN Kantor Wilayah Jawa Barat, Asvianti Handaru, mengatakan Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan. Menurutnya, transformasi yang dilakukan BTN membuat fokus bisnis perseroan kini semakin luas dengan menyasar berbagai sektor ekonomi yang memiliki potensi besar untuk berkembang.

Ket. Foto: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperluas strategi bisnisnya di Jawa Barat dengan mengembangkan ekosistem layanan perbankan yang lebih beragam. — Sumber: Istimewa

"BTN pertumbuhannya memang difokuskan ke Jawa Barat. Dulu fokus kami hanya di sektor perumahan karena industri ini memiliki sekitar 160 sektor turunan yang ikut terdampak. Sekarang kami sudah bertransformasi dan menyasar seluruh industri," kata Asvianti di Bandung, Sabtu (4/7).

Untuk mempercepat pengembangan bisnis, BTN menerapkan strategi berdasarkan karakteristik wilayah di Jawa Barat. Area Jabar 1 yang mencakup Bekasi Raya hingga Karawang difokuskan pada pengembangan sektor industri, sedangkan wilayah Jabar 2 yang meliputi Bandung Raya hingga Cirebon diarahkan untuk memperkuat sektor horeka.

Menurut Asvianti, pendekatan tersebut dilakukan agar layanan yang diberikan BTN tidak hanya sebatas penyaluran kredit. Perseroan ingin membangun ekosistem layanan yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan nasabah, mulai dari pembiayaan, transaksi keuangan, hingga layanan perbankan yang terintegrasi.

"Misalnya di industri hotel, kami tidak hanya memberikan fasilitas kredit, tetapi juga layanan transaksinya. Seluruh kebutuhan ekosistemnya kami upayakan dapat dilayani oleh BTN," ujarnya.

Strategi tersebut didukung oleh posisi BTN yang masih memiliki pangsa pasar kuat di Jawa Barat. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS), BTN saat ini masuk dalam lima besar bank penyalur kredit di provinsi tersebut.

Khusus pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) program pemerintah, BTN bersama anak usahanya masih menjadi pemimpin pasar. Posisi tersebut berhasil dipertahankan baik di wilayah Jabar 1, Jabar 2, maupun secara keseluruhan di Provinsi Jawa Barat.

"BTN menempati peringkat pertama di Jabar 1, Jabar 2, maupun secara keseluruhan Provinsi Jawa Barat," bebernya.

Di sektor pembiayaan, BTN tetap mempertahankan dominasi penyaluran kredit program pemerintah dengan komposisi sekitar 90 persen. Program tersebut meliputi KPR subsidi, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, hingga pembiayaan bagi pengembang atau developer.

Menurut Asvianti, pertumbuhan bisnis ke depan tidak dilakukan melalui perubahan komposisi portofolio kredit. Perseroan lebih memilih meningkatkan volume penyaluran pembiayaan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha.

"Komposisi porsinya tetap, sedangkan pertumbuhan didorong melalui peningkatan volume penyaluran," imbuhnya.

Selain fokus pada pembiayaan, BTN juga menargetkan peningkatan transaksi perbankan sebagai salah satu sumber pertumbuhan bisnis. Perseroan melihat perubahan perilaku nasabah yang kini membutuhkan layanan keuangan yang praktis, cepat, dan terintegrasi dalam satu ekosistem digital.

Saat ini BTN memiliki sekitar dua juta nasabah dengan berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari pembayaran tagihan, belanja, makan, hingga aktivitas keuangan lainnya. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi perseroan untuk meningkatkan frekuensi transaksi sekaligus memperkuat loyalitas nasabah terhadap layanan BTN.

"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan keuntungan bank, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan transaksi nasabah dapat dilakukan melalui ekosistem BTN," jelasnya.

Ke depan, BTN juga akan memperluas pembiayaan ke sektor-sektor produktif seperti UMKM dan Small and Medium Industries (SMI). Selain itu, perseroan melihat ekonomi kreatif di Bandung memiliki prospek yang menjanjikan, terutama dengan adanya rencana penyusunan regulasi pembiayaan sektor ekonomi kreatif oleh Bank Indonesia yang diharapkan dapat membuka akses pendanaan lebih luas bagi para pelaku usaha.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Dua POJK Disiapkan, OJK Gaspol Kawal Bursa Mineral Mulai 2027

Paket Stimulus Rp26,34 Triliun Jadi Suntikan Baru, Mampukah Ekonomi Makin Bertenaga?

Insentif Motor Listrik Segera Dimatangkan, Pemerintah Bidik Jutaan Pengguna Baru

Kalau Sapi Indukan Masih Impor, Seberapa “Swambada” Kita?

Cukai Rokok Dikebut 2026, Purbaya Bidik Penerimaan Sekaligus Tertibkan Pasar

Gapki dan Forwatan Dorong Komunikasi Berbasis Data

Target Investasi Naik 13,8 Persen, Pemerintah Pasang Taruhan Besar di 2027

Pesan Menyentuh Eks Menlu Retno Marsudi Tentang Rupiah

Jangan Cuma Dipakai! BI Ingatkan Rupiah Juga Harus Dihormati sebagai Simbol Negara

Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Palangka Raya, Hadirkan Ribuan Pilihan Warna

Ciptakan Nilai Bermakna dan Berkelanjutan bagi Nasabah, CIMB Niaga Dorong Pertumbuhan Kredit Berkualitas

IM3 Hadirkan “IM3 Istimewa” dengan Ragam Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

DPR Usulkan Mekanisme Pra Judicial dalam RUU Perampasan Aset

Dana Desa Papua Tengah Anjlok Jadi Rp535 Miliar pada 2026, Gubernur Ungkap Penyebabnya

Purana Hadirkan Pameran Bahan Daur Ulang untuk Dorong Ekonomi Sirkular dan Kemerdekaan Berkarya Seniman

Target Investasi 2027 Naik Jadi Rp2.322 Triliun, Pemerintah Bidik Lebih Banyak Lapangan Kerja

Prabowo Kunci RAPBN 2027 ke 8 Prioritas, Pertumbuhan Ekonomi Jadi Taruhan

Swasembada Belum Aman, Pakar IPB Ingatkan Ancaman El Nino pada Produksi Pangan

Jutaan Lapangan Kerja Hijau Disiapkan, Bappenas Incar Lompatan Pertumbuhan

Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.