• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Purana Hadirkan Pameran Ba...

Purana Hadirkan Pameran Bahan Daur Ulang untuk Dorong Ekonomi Sirkular dan Kemerdekaan Berkarya Seniman

Jumat, 14 Agu 2026, 22:12 WIB

JAKARTA — Rumah mode dan gaya hidup kontemporer Indonesia, Purana, menggelar inisiatif kebudayaan bertajuk “Purana 17: Renjana Perca” di Main Atrium East Mall, Grand Indonesia, Jakarta. Berlangsung pada 14–23 Agustus 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan 17 tahun perjalanan Purana sekaligus momentum memperingati Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema ekonomi sirkular dan kemerdekaan berkarya, “Renjana Perca” mempertemukan fashion, seni, budaya, dan praktik keberlanjutan. Program tersebut juga menjadi penanda perjalanan kolaborasi Purana dengan para seniman Indonesia selama 17 tahun.

Ket. Foto: Sesi foto pada konferensi pers “Purana 17: Renjana Perca” di Main Atrium East Mall, Grand Indonesia, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026). Merayakan ulang tahun yang ke-17, rumah mode dan gaya hidup kontemporer ini menyelenggarakan pameran yang menggabungkan fashion, seni, budaya, dan ekonomi sirkular. — Sumber: Koran Jakarta - Haryo Brono

Founder & Chief Creative Officer Purana, Nonita Respati, mengatakan perjalanan merek tersebut tidak terlepas dari keterlibatan para seniman dari berbagai daerah di Indonesia. Kolaborasi itu diwujudkan melalui penerjemahan kekayaan budaya, flora, fauna, lingkungan, dan berbagai narasi Nusantara ke dalam motif serta karya Purana.

“Selama 17 tahun, perjalanan Purana dalam menghidupkan filosofi ‘Livable Art’ bukanlah perjuangan saya seorang diri. Saya sangat bersyukur dapat senantiasa berkolaborasi erat dengan para seniman hebat dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengabadikan kekayaan warisan budaya, flora, fauna, lingkungan, serta narasi Nusantara ke dalam setiap motif Purana,” ujar Nonita dalam konferensi pers “Purana 17: Renjana Perca” di Main Atrium East Mall, Grand Indonesia, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026).

Dalam “Renjana Perca”, Purana melibatkan 12 seniman dan pelaku kreatif yang telah menjadi bagian dari perjalanan kolaborasinya. Mereka terdiri atas Sutjipto Adi, Ruth Marbun, Agan Harahap, Hendra “HeHe” Harsono, Sarkodit, Suanjaya Kencut, Anton Afganial, Francisca “Kika” Puspitasari, Hana Surya, Rosyid Akhmadi, Arief Susanto, dan Savirra Lavinia.

Salah satu agenda utama pembukaan adalah demonstrasi pengolahan limbah botol plastik menjadi serat kain atau konsep “Waste-to-Weave”. Dalam demonstrasi tersebut, Nonita memperlihatkan proses pemanfaatan limbah plastik industri daur ulang hingga menjadi bahan serat tekstil yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk bernilai tambah.

Menurut Nonita, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya Purana memperluas praktik ekonomi sirkular di industri fashion. “Renjana Perca” dirancang tidak hanya sebagai pameran temporer, tetapi sebagai awal dari kebiasaan sirkular yang diharapkan dapat diterapkan lebih luas oleh komunitas.

Instalasi dari 100 Persen Kardus Daur Ulang

Aspek keberlanjutan juga diterapkan pada desain ruang pamer. Instalasi spasial “Renjana Perca” dirancang seniman Arief Susanto dan diproduksi oleh DusDukDuk menggunakan 100 persen kardus daur ulang.

Struktur tersebut dirancang agar dapat dibongkar dan kembali didaur ulang setelah acara berakhir. Konsep itu ditujukan untuk mendekati target near-zero post-event waste atau meminimalkan limbah yang tersisa setelah kegiatan.

Di dalam instalasi tersebut, pengunjung dapat melihat “The Living Archive”, sebuah galeri yang menampilkan karya seni berbahan sisa kain perca hasil kolaborasi dengan 12 seniman Purana.

Selain pameran, pengunjung juga dapat mengakses Renjana Showcase Boutique yang menghadirkan koleksi musim mendatang. Area tersebut menerapkan konsep first-to-preview, sehingga pengunjung, pembeli, dan klien VIP dapat melihat koleksi lebih awal serta melakukan pemesanan awal.

20260814220545_Foto-Purana-2.jpg

Instalasi spasial “Renjana Perca” dirancang oleh seniman Arief Susanto dan diproduksi oleh DusDukDuk menggunakan 100 persen kardus daur ulang. (Koran Jakarta - Haryo Brono)

Hadirkan Koleksi Spring/Summer 2027

Rangkaian “Purana 17: Renjana Perca” juga diisi sejumlah peragaan busana dan peluncuran koleksi. Program tersebut mencakup Purana Spring/Summer 2027, Purana x FUGUKU Bags Collection, serta PURAGRAPH Vol. 2 x PURACA Bags Collection yang dirancang oleh Kika, pendiri Kaloka Pottery.

Purana juga memperkenalkan lini anak-anak melalui Purana Kids. Sebelumnya, program Purana Kids Model Search telah digelar pada 9 Agustus 2026 di VIP Lounge Central Department Store, East Mall, bekerja sama dengan Grand Indonesia. Audisi tersebut dilakukan untuk memilih wajah resmi Purana Kids selama satu tahun.

Salah satu koleksi yang menjadi sorotan adalah Regal Bloom Spring Summer 2027. Koleksi ini memadukan elemen dekoratif klasik Eropa dengan kekayaan budaya Indonesia melalui interpretasi baru terhadap sejumlah motif, antara lain Tartan Parang, Puspa Paisley, Bakung Melati, dan Merpati Pelangi dengan efek Jacquard.

Koleksi tersebut dirancang untuk merepresentasikan karakter perempuan modern yang matang, elegan, dan berani. Purana memadukan struktur garis tartan dengan motif batik, material Jacquard, serta inspirasi flora tropis Nusantara.

Palet warna yang digunakan mencakup Sage, Magenta, Turquoise, Emerald, dan Earthy Neutrals. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Purana mempertemukan warisan budaya dengan gaya hidup modern yang lebih berkelanjutan.

Untuk koleksi Spring/Summer 2027, Purana juga memperkuat pendekatan mindful fashion. Seluruh koleksi tersebut menggunakan Bembergâ„¢ dari Asahi Kasei dan TENCELâ„¢ dari Lenzing, yang merupakan serat berbasis botani dengan karakteristik jatuh, sirkulasi udara, dan kenyamanan yang mendukung kebutuhan busana sehari-hari.

Purana mempertahankan karakter desain multifungsi dan mudah dipadupadankan, sekaligus menggabungkannya dengan material yang diklaim memiliki pendekatan produksi lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Dorong Kolaborasi Seni dan Industri Kreatif

General Manager Marketing Communications & Operations Grand Indonesia, Kanina Hanindita, mengatakan pihaknya melihat pusat perbelanjaan bukan hanya sebagai ruang komersial, tetapi juga sebagai tempat bertemunya komunitas, budaya, seni, dan inovasi.

“Grand Indonesia sangat bangga dapat menjadi tuan rumah bagi gerakan kebanggaan nasional ‘Purana 17: Renjana Perca.’ Bagi kami, pusat perbelanjaan adalah katalis yang mempertemukan komunitas, budaya, seni, dan inovasi sirkular,” katanya.

Sementara itu, Senior Head of Strategic Brand Growth and Influence for Halal, Teens, Emerging Beauty and Personal Care ParagonCorp, Elsa Maharani, menilai kolaborasi fashion dan kecantikan dapat menjadi ruang untuk mendorong ekspresi serta kreativitas.

“Bersama Purana melalui ‘Renjana Perca’, kami ingin merayakan semangat Kemerdekaan Berkarya dengan mendukung talenta dan karya lokal untuk terus tumbuh, berkembang, dan membawa cerita Indonesia semakin jauh,” ujar Elsa.

Selain pameran dan peragaan busana, “Renjana Perca” menghadirkan 14 workshop komunitas harian. Program tersebut mencakup kegiatan kriya upcycling, racikan jamu tradisional, table setting dining, hingga analisis warna personal bersama para pakar.

Inisiatif ini diselenggarakan dengan Grand Indonesia sebagai Official Venue Partner, BRI sebagai Official Banking Partner, serta dukungan Wonderful Indonesia. ParagonCorp menjadi Sustainability Partner, sementara Wardah menjadi Official Make Up & Skin Care Partner.

Dukungan lainnya datang dari Vicenza sebagai Home Living Partner; Optik Seis, Primaya Hospital, 5asec, dan Yats Colony Hotel sebagai Lifestyle Partners. Dari sektor F&B, dukungan diberikan oleh Djournal Coffee, Doré by LeTAO, Coca-Cola Europacific Partners, dan Dailah Sajian Kontemporer.

Kolaborasi turut melibatkan Central Department Store sebagai Retail Partner, JIM Models sebagai Model Agency Partner, Tulola sebagai Accessories Partner, serta Marista Santividya sebagai Footwear Partner.

“Purana 17: Renjana Perca” diinisiasi dan dikelola oleh StratEdgeMarketing, dengan manajemen produksi oleh Kreasi8 serta melibatkan Purana, Puragraph, Purana Home, dan Purana Kids sebagai Executive Producers.

Didirikan Nonita Respati pada 2009, Purana merupakan rumah mode dan gaya hidup kontemporer Indonesia yang menggabungkan teknik wastra tradisional dengan kriya modern melalui filosofi “Livable Art”. Nama Purana berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “kitab kuno”.

Dalam perkembangannya, Purana mengembangkan pendekatan fashion sirkular melalui praktik zero-waste, pemberdayaan perajin lokal, serta kolaborasi dengan seniman dari berbagai disiplin.

Melalui “Renjana Perca”, perjalanan 17 tahun tersebut kembali dipertemukan dengan isu keberlanjutan, sekaligus menempatkan karya seniman dan kekayaan budaya Indonesia sebagai bagian dari pengembangan industri fashion yang lebih sirkular.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.