AS Resmi Tolak Perpanjang USMCA

Jumat, 03 Jul 2026, 01:00 WIB

WASHINGTON DC – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan tidak memperbarui Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) dalam bentuknya saat ini. Keputusan tersebut membuat pakta perdagangan Amerika Utara akan ditinjau setiap tahun, sehingga memunculkan ketidakpastian baru bagi dunia usaha di kawasan.

Dilansir dari AFP, Perwakilan Dagang AS (USTR) Jamieson Greer mengatakan pemerintah AS memilih tidak memperpanjang perjanjian tersebut karena masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki.

Ket. Foto: Amerika Serikat (AS) — Sumber: istimewa

"AS tidak setuju untuk memperbarui USMCA dalam bentuknya saat ini. Akibatnya, USMCA tidak diperbarui," kata Greer dalam pernyataannya, Rabu (1/7).

Ia menegaskan pemerintah AS akan terus berunding dengan Meksiko dan Kanada untuk mengatasi kelemahan dalam perjanjian serta persoalan defisit perdagangan.

"AS akan terus berinteraksi dengan Meksiko dan Kanada untuk mengatasi kekurangan perjanjian tersebut dan defisit perdagangan kita dengan negara-negara ini," ujarnya.

Meski tidak diperbarui, USMCA tetap berlaku hingga 10 tahun ke depan. Namun, sesuai ketentuannya, perjanjian tersebut kini akan dievaluasi setiap tahun, kecuali salah satu negara memutuskan untuk keluar dari kesepakatan.

Seorang pejabat senior AS mengatakan defisit perdagangan masih menjadi perhatian utama Washington, selain persoalan akses pasar. Pemerintah AS juga menyoroti sejumlah isu perdagangan di sektor susu dan jagung.

Menteri Ekonomi Meksiko Marcelo Ebrard membenarkan belum tercapainya kesepakatan perpanjangan, tetapi menilai perbedaan yang ada masih dapat diselesaikan.

Ia menyebut jumlah pengaduan perdagangan dari Washington terhadap Meksiko telah turun dari 54 kasus pada 2025 menjadi 14 kasus.

Pada hari yang sama, USTR menggelar pertemuan virtual dengan Ebrard serta Menteri Perdagangan Kanada-AS Dominic LeBlanc.

Keputusan pemerintahan Trump tersebut sebenarnya telah diperkirakan sebelumnya. Pada Juni lalu, Trump menyatakan tidak berniat memperbarui USMCA, meskipun ia sendiri menandatangani dan mempromosikan perjanjian tersebut saat masa jabatan pertamanya.

Sementara itu, Kanada dan Meksiko mengusulkan agar masa berlaku USMCA diperpanjang selama 16 tahun.

Karena kini berada dalam mekanisme evaluasi tahunan, negosiasi diperkirakan akan berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun dengan pembahasan mencakup tarif, aturan perdagangan, hingga ketentuan khusus di berbagai sektor industri.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.