OJK Siapkan 4 Strategi Genjot Kredit Produktif di Papua Barat Sepanjang 2026

Kamis, 02 Jul 2026, 02:25 WIB

MANOKWARI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya menyiapkan empat strategi utama guna mengoptimalkan penyaluran kredit produktif yang berkualitas sepanjang tahun 2026, Rabu (1/7). 

Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman di Manokwari, Rabu, mengatakan pembiayaan kredit berkualitas, tepat sasaran, dan mampu memberikan nilai tambah bagi sektor-sektor produktif merupakan hal yang paling penting.

Ket. Foto: Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman saat ditemui awak media di Manokwari, Rabu. — Sumber: ANTARA/Fransiskus Salu Weking

“Kami tidak hanya fokus terhadap peningkatan volume kredit tapi bagaimana kredit itu dimanfaatkan oleh sektor-sektor produktif,” ujar dia.

Strategi pertama, kata dia, OJK mendorong industri perbankan memperluas akses pembiayaan pada sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah, seperti perdagangan, pertanian, perikanan, pariwisata, dan sektor produktif lainnya.

Strategi kedua dilakukan melalui penguatan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) guna membangun ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif seperti program literasi keuangan, business matching antara pelaku usaha dan lembaga jasa keuangan.

“Termasuk peningkatan kapasitas UMKM agar semakin layak memperoleh pembiayaan dari perbankan,” ujar dia.

Strategi ketiga, kata Budi, meningkatkan kualitas calon debitur melalui edukasi dan literasi keuangan, termasuk melatih pelaku usaha menyusun laporan keuangan sekaligus menerapkan tata kelola usaha yang lebih siap memperoleh pembiayaan formal.

Strategi keempat yaitu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan pengelolaan risiko oleh industri perbankan agar dapat menjalankan fungsi intermediasi secara maksimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Supaya pelaku usaha lebih siap memperoleh pembiayaan formal dan nantinya pertumbuhan kredit tetap sehat dan berkelanjutan,” katanya menambahkan. 

Ia berharap implementasi keempat strategi tersebut tidak hanya meningkatkan penyaluran kredit produktif dari sisi nominal, tetapi memperkuat struktur ekonomi daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta menciptakan lapangan kerja.

Permintaan kredit di wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya hingga 31 Mei 2026 tercatat mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,02 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp19,31 triliun.

“Pertumbuhan kredit mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi di daerah relatif stabil yang didukung dengan pembiayaan melalui sektor perbankan,” ujar Budi.

  • manokwari
  • umkm papua
  • ojk papua barat
  • kredit produktif perbankan
  • pertumbuhan ekonomi papua
  • tpakd

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.