YKABF 2026: Saat Buku Seni Bukan Sekadar Karya, Tapi Ruang Diskusi dan Kolaborasi
Senin, 11 Mei 2026, 13:40 WIBJAKARTA - Yogyakarta Art Book Fair 2026 menutup rangkaian acara selama tiga hari penyelenggaraan dengan capaian lebih dari 2.500 pengunjung di Langgeng Art Space pada 8-10 Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap praktik penerbitan mandiri yang terus berkembang di Indonesia.Â
Ajang ini tidak hanya menghadirkan puluhan exhibitor terkurasi, tetapi juga menyuguhkan berbagai program publik interaktif mulai dari showcase, workshop, masterclass, diskusi, hingga peluncuran buku. Penyelenggara menilai format tersebut berhasil menciptakan ruang temu yang lebih dekat antara pembuat karya dan audiens.
Perwakilan YKABF mengatakan acara tahun ini dirancang agar publik tidak hanya melihat hasil akhir karya, tetapi juga memahami proses kreatif di balik pembuatannya. Menurutnya, ruang diskusi yang terbuka menjadi salah satu kekuatan utama festival tersebut.
"Kami melihat program-program di YKABF 2026 sebagai ruang untuk membuka proses, bukan hanya menampilkan hasil akhir, tetapi mengundang publik untuk memahami bagaimana sebuah karya terbentuk. Di situlah percakapan yang lebih bermakna bisa terjadi," ujar perwakilan YKABF.Â
Memasuki hari kedua, dinamika acara berkembang lewat berbagai sesi yang lebih reflektif. Salah satunya masterclass "Booounds to be Moms" yang dibawakan Sekar Bestari dan menyoroti pentingnya ekosistem pendukung bagi para ibu kreatif.Â
Diskusi lain juga menghadirkan sesi "Denoting Cities: Sensing The Sensible" bersama Accessible Leisure yang diwakili Azar Widadsyah. Sesi tersebut membahas cara baru dalam membaca kota melalui pengalaman personal dan perspektif kolektif.Â
"Program seperti ini membuka cara baru dalam melihat kota, tidak hanya sebagai ruang fisik, tetapi sebagai pengalaman yang bisa dirasakan dan dimaknai bersama. Interaksi dengan audiens di YKABF terasa sangat hidup, karena setiap orang membawa perspektifnya masing-masing," ujar Azar.Â
Pada hari terakhir, perhatian pengunjung tertuju pada peluncuran buku Gelembung Bara oleh FOLXTALE serta workshop dari Pixie Tan dari Singapura yang membahas praktik kolaboratif dalam penerbitan independen. Kehadiran peserta internasional juga memperkuat karakter global acara tersebut.Â
Interaksi unik juga hadir melalui Lazy Sunday Zine Club yang menghadirkan photobooth berbasis publikasi. Selain itu, kolektif lintas negara seperti Master Zenâs Vault of Wushu Wishery dari Indonesia, Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat serta Melayu Palsu dari Malaysia turut memperkaya perspektif dalam praktik zine dan art book.Â
Penyelenggara menilai capaian tahun ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri penerbitan independen di Indonesia. YKABF pun menargetkan ekspansi yang lebih besar pada 2027 dengan menghadirkan lebih banyak kolaborator internasional dan menjangkau audiens yang lebih luas.Â
- event
- Yogyakarta
- Industri Kreatif
- Festival Literasi
- YKABF 2026
- Yogyakarta Art Book Fair
- Penerbitan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
WFH Jumat Berlaku di Jakarta, Pemprov DKI Atur Skema 25-50 Persen Pegawai
-
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Pastikan Stok BBM Aman
-
Perjalanan Cahaya Manthovani Membangun Creative Movement Berbasis Dampak Sosial
-
Kegiatan Gratis yang Seru Bareng Teman Akhir Pekan Ini
-
Gunung Semeru Erupsi 9 Kali, Tinggi Letusan hingga 1.000 Meter
-
Daftar Event Jakarta Pertengahan April 2026: Dari Candlelight Concert hingga Pameran Kado Betawi
-
Bupati Bogor Minta Inspektorat Siapkan Laporan Dugaan Jual Beli Jabatan ASN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.