Lovina Festival Siap Dongkrak Pariwisata, Buleleng Incar 25 Ribu Wisatawan

Kamis, 23 Jul 2026, 19:30 WIB

BULELENG – Penyelenggaraan Lovina Festival menjadi strategi untuk memperkuat daya tarik pariwisata berbasis budaya dan alam sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Festival tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi destinasi, tetapi juga menciptakan efek berganda melalui peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi akomodasi, serta pendapatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Ket. Foto: Ilustrasi-Penari melakukan persiapan akhir menjelang pelaksanaan Lovina Festival 2026 yang digelar selama 24-29 Juli 2026 di Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali. — Sumber: ANTARA/ HO-Humas Pemkab Buleleng

Agar manfaatnya berkelanjutan, festival perlu didukung dengan pengelolaan yang konsisten, penguatan infrastruktur, dan promosi yang mampu menjadikan Lovina sebagai destinasi unggulan sepanjang tahun, bukan hanya saat berlangsungnya acara.

Pemerintah Kabupaten Buleleng Bali menargetkan sebanyak 25 ribu kunjungan wisatawan pada penyelenggaraan Lovina Festival 2026 yang akan berlangsung pada 24-28 Juli 2026.

"Dari kesiapan, hari ini sudah 100 persen. Semua sudah siap dan kami meminta panitia bersama komunitas menyelesaikan penataan venue agar seluruh rangkaian Lovina Festival berjalan lancar," kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat jumpa pers di Spice Dive Beach Club Lovina, Kabupaten Buleleng, Kamis (23/7).

Menurut Bupati, Lovina Festival tidak hanya menjadi sarana promosi destinasi wisata unggulan di Bali Utara, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.

Ia menjelaskan tingginya antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut tercermin dari jumlah peserta berbagai kegiatan yang terus meningkat, salah satunya lomba perahu layar mini yang diikuti 1.230 peserta, termasuk peserta dari luar Bali seperti Banyuwangi, Jawa Timur.

"Antusiasme ini kami yakini akan berdampak pada meningkatnya tingkat hunian hotel, kunjungan wisatawan, serta perputaran ekonomi masyarakat selama penyelenggaraan festival," ujarnya.

Sementara itu, tokoh pariwisata Buleleng Nyoman Arya Astawa atau Mang Dauh mengatakan tingkat hunian hotel di kawasan Lovina telah meningkat sejak festival dipromosikan.

"Bahkan teman saya tidak bisa memesan hotel di kawasan Lovina karena sudah penuh. Hal ini menunjukkan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Buleleng," katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Lovina Festival 2026 Putu Ayu Reika Nurhaeni mengatakan tema "Theatre of Dolphins" menggambarkan Lovina sebagai panggung alam tempat lumba-lumba hidup berdampingan dengan masyarakat, budaya, dan kearifan lokal.

"Tema ini merupakan konsep yang menggambarkan panggung megah alam Lovina, tempat lumba-lumba hidup bebas berdampingan dengan masyarakat, budaya, dan kearifan lokal," ujarnya.

Pihaknya juga menjelaskan penyelenggaraan Lovina Festival tahun ini memasuki tahun ke-12 dengan durasi pelaksanaan selama lima hari, lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Penambahan durasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku usaha pariwisata dan masyarakat.

Festival akan dipusatkan di dua lokasi, yakni kawasan Tasikmadu pada 24-26 Juli yang menyasar wisatawan mancanegara serta Pantai Binaria pada 26-28 Juli yang difokuskan bagi wisatawan domestik.

Beragam agenda akan digelar selama festival, antara lain pertunjukan seni tradisional dan modern, lomba sapi gerumbungan, lomba perahu layar mini, Lovina Cross Country, Gerakan Gemar Makan Ikan, bedah buku, diskusi ekonomi kreatif, serta pameran UMKM.

Sebanyak 250 seniman dan pengisi acara, 82 pelaku UMKM, serta 44 komunitas akan terlibat dalam festival yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.