Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dedi Mulyadi Sebut Karawang Meledak Saat Ribuan Warga Saksikan Kirab Budaya Sunda

3 Minggu, 10 Mei 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dedi Mulyadi Sebut Karawang Meledak Saat Ribuan Warga Saksikan Kirab Budaya Sunda Dedi Mulyadi Sebut Karawang Meledak Saat Ribuan Warga Saksikan Kirab Budaya Sunda Doc: Antara
Ket. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Karawang.

Karawang - Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Karawang untuk menyaksikan kirab budaya dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda, Sabtu (9/5) malam.

Dedi Mulyadi menyebut antusiasme masyarakat pada kegiatan tersebut sangat luar biasa.

“Karawang meledak luar biasa,” kata Dedi saat memberikan sambutan.

Ia berharap kegiatan budaya itu tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap daerah dan budaya Sunda.

Menurut Dedi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Karawang ke depan akan menata kawasan perkotaan hingga Alun-Alun Karawang.

Dalam kirab budaya tersebut, berbagai pertunjukan khas Sunda ditampilkan kepada masyarakat. Dedi bersama Bupati Karawang Aep Syaepuloh turut menaiki kuda sepanjang jalur kirab dari Stasiun Kereta Api Karawang menuju Alun-Alun Karawang.

Kirab juga dimeriahkan pertunjukan musik tradisional dan atraksi seni dari berbagai daerah. Sejumlah peserta mengenakan busana khas kerajaan Sunda dengan iringan tabuhan kendang dan alunan musik tradisional.

Sepanjang jalur kirab, warga tampak berjejer di pinggir jalan sambil mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. Sorak tepuk tangan terdengar saat rombongan pembawa Mahkota Binokasih bersama gubernur dan bupati melintas di tengah keramaian.

“Jarang ada acara budaya sebesar ini di Karawang. Sangat bagus untuk mengenalkan budaya Sunda kepada generasi muda,” kata Rina, salah seorang warga yang datang bersama keluarganya.

Ia mengaku sengaja datang ke Alun-Alun Karawang sejak sore untuk menyaksikan kirab budaya tersebut.

“Kebetulan malam Minggu, jadi tidak khawatir pulang malam bersama keluarga,” katanya.

Pengikat Kasih Sayang

Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan kehadiran Mahkota Binokasih dalam rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda menjadi pengingat pentingnya hubungan yang dilandasi kasih sayang antara pemimpin dan masyarakat.

“Kehadiran Mahkota Binokasih di sini adalah pengingat bahwa pemimpin dan rakyatnya harus diikat oleh rasa kasih. Semoga ini menjadi awal dari Karawang yang lebih unggul dan makmur,” ujar Aep.

Menurut dia, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus dibangun di atas nilai kasih sayang, kebersamaan, dan persatuan.

Mahkota Binokasih dikenal memiliki nama lengkap Binokasih Sanghyang Pake. Binokasih berarti kasih sayang, sedangkan Sanghyang Pake bermakna digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Gardu Portal PLN Roboh dan ...
Ekonomi
Stok Cadangan Beras Nasiona...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.