- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Kerahkan Bomber H...
Tiongkok Kerahkan Bomber H-6 Dekati Pangkalan Militer AS di Jepang
Senin, 29 Jun 2026, 00:02 WIBBEIJING â Tiongkok dan Russia kembali menunjukkan eratnya kerja sama militer dengan menggelar patroli udara strategis gabungan di kawasan Asia Timur. Operasi yang berlangsung pada Sabtu (27/6) itu melibatkan pesawat pengebom strategis kedua negara yang terbang di sekitar Laut Jepang, Laut Tiongkok Timur, hingga Samudra Pasifik Barat, wilayah yang berdekatan dengan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Jepang dan Korea Selatan.
Dari Military Watch, patroli gabungan ke-11 sejak 2019 tersebut melibatkan pesawat pengebom H-6K milik Angkatan Udara Tiongkok dan Tu-95MS milik Rusia. Keduanya dikawal berbagai jenis pesawat tempur modern, sementara Tiongkok juga mengerahkan pesawat tanker YY-20 untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara. Kehadiran YY-20 memungkinkan pesawat tempur Tiongkok mengawal misi hingga jarak yang lebih jauh dibandingkan sebelumnya.
Kementerian Pertahanan Russia menyatakan seluruh rangkaian penerbangan berlangsung sekitar enam jam di wilayah udara internasional. Meski formasi pesawat sempat memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea Selatan, mereka tidak melanggar wilayah udara kedaulatan negara tersebut. Sebagai respons, militer Korea Selatan tetap menerbangkan pesawat tempur untuk memantau pergerakan armada sesuai prosedur standar.
Patroli "Badger", julukan NATO untuk pesawat ini, menjadi kelanjutan dari serangkaian operasi bersama yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, pesawat pengebom Tiongkok bahkan telah menggunakan pangkalan di Rusia untuk mendukung operasi jarak jauh, termasuk patroli yang menjangkau kawasan dekat Alaska pada 2024.
Di sisi lain, Tiongkok juga terus mempercepat modernisasi kekuatan udaranya. Selain meningkatkan kemampuan armada H-6 melalui dukungan pengisian bahan bakar di udara, Beijing tengah mengembangkan pesawat pengebom siluman tanpa awak berkemampuan antarbenua yang diperkirakan mulai beroperasi pada awal dekade 2030. Kehadiran platform baru itu diyakini akan semakin memperkuat kemampuan serangan strategis Tiongkok sekaligus mengubah keseimbangan kekuatan militer di kawasan Indo-Pasifik.
- Konflik AS-Tiongkok
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Hangtuah Kalahkan Pacific Caesar dengan Skor 108-84
-
Apakah AS Siap Berperang dengan Tiongkok?
-
Angkatan Udara AS Tumpuk F-35 dan F22 di Alaska sebagai Basis Tempur Menghadapi Tiongkok
-
91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital Telkom untuk Persiapan TKA dan ASAJ
-
Produksi Tambak Naik, PLN Dorong Elektrifikasi Tambak Udang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.