AS Perkuat Komitmen ke Asean di Tengah Ketegangan Dagang

Kamis, 13 Agu 2026, 01:00 WIB

KUALA LUMPUR – Asia Tenggara tetap menjadi “prioritas utama” bagi Amerika Serikat (AS) meskipun kebijakan tarif Presiden Donald Trump menimbulkan kekhawatiran di kawasan. Hal itu disampaikan Duta Besar AS untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) Kevin Kim.

Dilansir dari Channel NewsAsia, Kim mengatakan pemerintahan Trump telah memberikan arahan yang jelas untuk memperdalam hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara.

Ket. Foto: Dubes Amerika Serikat (AS) untuk ASEAN Kevin Kim berbicara dengan wartawa, di Jakarta. — Sumber: ANTARA/HO-US Mission to ASEAN

“Kami mendapat arahan yang sangat jelas dari pimpinan tertinggi pemerintah kami, dari pimpinan tertinggi kami bahwa Asia Tenggara tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah AS,” kata Kim saat berada di Kuala Lumpur pekan lalu untuk menghadiri Konferensi Hukum dan Operasi Militer Internasional tahunan.

“Inti dari apa yang ingin kami lakukan adalah menyediakan solusi Amerika untuk tantangan dan isu-isu regional,” ujarnya.

Pernyataan Kim disampaikan ketika perekonomian Asia Tenggara menghadapi ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan Washington. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap hubungan AS dan Asean.

Ketika ditanya apakah negosiasi tarif terbaru berisiko mengikis kepercayaan antara AS dan Asean, Kim mengatakan Presiden Trump menginginkan hubungan perdagangan yang adil dan bersifat timbal balik.

“Presiden menginginkan persyaratan yang adil dan timbal balik,” katanya.

Menurut dia, prinsip tersebut menjadi dasar agenda perdagangan AS. Washington, kata Kim, ingin menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan, termasuk memastikan barang yang masuk ke AS tidak diproduksi dengan menggunakan kerja paksa.

Kim juga menyoroti besarnya investasi AS di Asia Tenggara yang disebut telah mencapai lebih dari 500 miliar dollar AS. Nilai tersebut, menurut dia, lebih besar dibandingkan total investasi AS di Tiongkok, Hong Kong, India, Korea Selatan, dan Jepang jika digabungkan.

Selain itu, lebih dari 6.000 perusahaan AS beroperasi di kawasan Asia Tenggara.

Kim menilai investasi tersebut memberikan manfaat bagi negara-negara di kawasan karena membantu diversifikasi rantai pasok sekaligus menciptakan lapangan kerja.

“Saya pikir pemerintah dan masyarakat Asia Tenggara menyadari bahwa AS harus terlibat, dan bahwa kami adalah mitra yang sangat diperlukan di kawasan ini,” katanya.

Dalam kunjungannya ke Manila untuk menghadiri pertemuan menteri luar negeri Asean bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengumumkan paket investasi strategis senilai 2,5 miliar dollar AS di Asia Tenggara.

Investasi tersebut diarahkan ke sejumlah sektor, termasuk keamanan energi dan teknologi masa depan.

Stabilitas Kawasan

Terkait Laut Tiongkok Selatan, ia mengatakan negosiasi mengenai Kode Etik (Code of Conduct) pada dasarnya harus dilakukan antara Asean dan Tiongkok.

“Kami bukan pihak dalam negosiasi tersebut,” ujarnya.

Kim menambahkan bahwa AS menghormati pendekatan berbasis konsensus yang diterapkan Asean, termasuk proses negara-negara anggota dalam merumuskan posisi bersama untuk bernegosiasi dengan Beijing.

“Kami menghargai fakta bahwa negara-negara anggota Asean akan terus berdiskusi dengan Tiongkok mengenai hal tersebut,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan Laut Tiongkok Selatan tetap memiliki arti penting bagi kepentingan AS. Kawasan tersebut disebut sebagai wilayah maritim strategis yang menjadi salah satu penopang perekonomian global.

“Kami akan terus menjunjung tinggi norma-norma internasional yang penting, seperti kebebasan navigasi, dan kami juga akan terus menjunjung tinggi kewajiban perjanjian kami kepada Filipina,” kata Kim.

Washington, lanjutnya, juga akan terus memberikan bantuan keamanan dan dukungan lainnya kepada sekutu serta mitra di kawasan untuk memperkuat kemampuan mereka dalam melindungi kepentingannya.

Sementara mengenai Myanmar, Kim mengatakan AS menginginkan penghentian kekerasan dan kembalinya dialog di antara pihak-pihak yang bertikai.

  • Kemitraan Strategis

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.