IKN Disiapkan Jadi Kota Wisata Berkelanjutan

Selasa, 19 Mei 2026, 01:00 WIB

Penajam Paser Utara - Otorita Ibu Kota Nusantara menegaskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat administrasi negara, tetapi juga dikembangkan sebagai kawasan wisata berkelanjutan.

Seperti dikutip dari Antara, Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto mengatakan pengembangan wisata alam dan budaya menjadi bagian penting dalam konsep pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Ket. Foto: Ibu Kota Nusantara (IKN) — Sumber: antara

“Pengembangan wisata alam dan budaya dilakukan di ibu kota baru Indonesia, jadi tidak hanya diproyeksikan sebagai kota administrasi negara,” ujarnya di Sepaku, Senin (18/5).

Menurut dia, pembangunan IKN diarahkan tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga penggerak ekonomi nasional melalui pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kawasan IKN mulai dibentuk sebagai destinasi baru yang memadukan pembangunan modern dengan bentang alam tropis serta kearifan lokal Kalimantan, dengan tetap memperhatikan pelestarian lingkungan dan budaya masyarakat sekitar.

Pengembangan sektor wisata tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), jasa, hingga transportasi.

“Pengembangan sektor wisata menjadi salah satu langkah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di sekitar IKN,” kata Bimo.

Di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, pemerintah juga menyiapkan area glamping yang menyasar wisatawan pencinta alam dengan fasilitas modern dan nyaman.

Selain itu, sejumlah fasilitas penunjang wisata tengah dikembangkan, seperti convention center, botanical garden, pusat kuliner, pusat informasi wisatawan, fasilitas kesehatan, hingga pusat kebudayaan Nusantara.

“Konsep itu menjadi bagian dari pengembangan wisata berkelanjutan di IKN,” ujarnya.

Otorita IKN juga menyiapkan berbagai destinasi berbasis lingkungan yang diarahkan menjadi daya tarik unggulan, dengan konsep menggabungkan alam tropis Kalimantan dan fasilitas modern.

“Kawasan wisata alam disiapkan untuk wisata ramah lingkungan, retret kebugaran, hingga wisata budaya yang melibatkan masyarakat lokal,” kata Bimo.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.