Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Didesak Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi

📅 Senin, 29 Jun 2026, 01:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Didesak Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi Doc: ANTARA/Andri Saputra
Ket. Ilustrasi petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan di salah satu SPBU.

JAKARTA - Pemerintah harus segera merespons penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir dengan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, menyebut langkah tersebut penting untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.

 “Semestinya setelah harga minyak mentah dunia turun semestinya harga BBM nonsubsidi juga diturunkan. Hal ini untuk mengurangi beban ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, termasuk kelas menengah,” kata Awan.

Menurut Awan, BBM non subsidi seperti Pertamax, Shell V-Power, atau BP 92 lebih banyak digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke atas. Namun demikian, dampak kenaikan harga BBM jenis ini tetap terasa luas karena memengaruhi biaya transportasi dan logistik.

 “Jika harga BBM nonsubsidi turun, efek berantainya akan terasa. Biaya distribusi barang bisa lebih rendah, inflasi bisa lebih terjaga, dan pada akhirnya daya beli masyarakat bisa kembali menguat,” jelasnya. Awan menambahkan, penurunan harga BBM nonsubsidi juga menjadi bentuk keadilan harga yang sejalan dengan tren pasar global.

 Pemerintah, katanya, perlu lebih responsif agar kepercayaan publik terhadap kebijakan energi tetap terjaga. Penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa pekan terakhir seharusnya segera direspons pemerintah dengan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada Juli 2026.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Digital Economy Center, Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai harga BBM nonsubsidi harus mengikuti tren harga minyak global. “Seperti yang mereka sampaikan, harga BBM nonsubsidi sudah seharusnya mengikuti harga rata-rata minyak mentah global dalam periode tertentu. Misal dalam sebulan ini, rata-rata harga minyak mentah global lebih rendah dibandingkan bulan kemarin, maka ya harusnya Juli nanti akan ada penurunan harga BBM nonsubsidi,” kata Nailul.

Nailul juga menyorot harga MOPS atau Means of Platts Singapore yang menjadi acuan impor BBM. Menurutnya, MOPS dipastikan akan ikut turun seiring koreksi harga minyak mentah global. “Jadi saya rasa pemerintah seharusnya menurunkan harga BBM nonsubsidi sesegera mungkin,” tegasnya.

Ia menambahkan, penurunan harga BBM nonsubsidi akan memberi dampak langsung bagi kelas menengah yang menjadi pengguna utama jenis BBM seperti Pertamax. Harapannya ketika harga BBM non subsidi turun, kelas menengah bisa merasakan dampak yang signifikan. “Saya yakin, sebagian pendapatan kelas menengah banyak yang ditahan agar tidak dikonsumsi. Penurunan harga BBM non subsidi, saya rasa bisa memberikan angin segar bagi kelas menengah,” jelas Nailul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Luncurkan Paspor Berg...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah,  Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah, Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.