Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 1.430 Orang, Puluhan Ribu Masih Hilang dan Operasi Penyelamatan Berlanjut

📅 Senin, 29 Jun 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang pria tampak menangis haru sambil menggendong bayi tersebut.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan berdasarkan analisis data populasi dan tingkat kerusakan, hingga 6,76 juta orang diperkirakan terdampak bencana dan membutuhkan tempat tinggal darurat, air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, perlindungan, serta bantuan kemanusiaan lainnya.

Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez melaporkan pada Sabtu bahwa korban tewas mencapai 1.430 orang, sementara 3.238 orang mengalami luka-luka.

PBB memperkirakan kerusakan fisik akibat gempa mencapai sekitar 110 miliar bolivar (sekitar 6,7 miliar dolar AS), setara dengan sekitar enam persen produk domestik bruto (PDB) Venezuela.

Korban meninggal dunia dari warga negara asing yang telah teridentifikasi meliputi 28 warga Portugal, sembilan warga Spanyol, tujuh warga Tiongkok, dua warga Brasil, masing-masing satu warga Cile, Italia-Venezuela, dan Uruguay.

Relawan Keluhkan Perizinan

Warga Venezuela yang telah bertahun-tahun menghadapi krisis ekonomi dan ketidakstabilan politik mengaku kecewa terhadap respons pemerintah dalam menangani bencana.

Yessica Mendoza harus membawa sendiri jenazah putrinya ke kamar jenazah di Caracas setelah Yesimar Rodriguez (25) dan suaminya, Jhomel Anaya (26), meninggal akibat tertimpa reruntuhan rumah mereka di La Guaira.

"Kami sendiri yang mengeluarkan mereka dari reruntuhan. Tidak ada bantuan yang datang," ujar Mendoza.

Ia menambahkan pasangan tersebut harus segera dikremasi tanpa upacara penghormatan karena kondisi jenazah yang cepat membusuk.

Pemerintah Venezuela membatasi akses menuju Negara Bagian La Guaira, mengerahkan militer, serta mewajibkan para relawan memperoleh izin khusus sebelum memasuki wilayah terdampak.

Kebijakan tersebut memicu kemarahan para relawan yang harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan izin.

"Bayangkan, untuk menyelamatkan nyawa saja harus punya izin," keluh Carlos Itriago (27).

"Saya sudah antre sejak subuh supaya bisa ikut menyelamatkan korban. Lihat sekarang sudah jam berapa... entah sudah berapa banyak nyawa yang hilang," kata Ezequiel Rivero (53).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Hari Gini Masih Saja Byar P...

Sembilan Pebulu Tangkis Difokuskan ke Asian Games Jepang

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Sembilan Pebulu Tangkis Dif...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Stasiun Karet Tak Lagi Layani Penumpang Mulai 1 September

Stasiun Karet Tak Lagi Layani Penumpang Mulai 1 September

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.