Wajib Tahu! Ini Penyebab dan Tanda-tanda Batu Ginjal yang Harus Diwaspadai
📅 Minggu, 28 Jun 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Medex
JAKARTA - Konsultan asosiasi urologi di Manipal Hospital, Bhubaneswar, Dr. Sarbjit Mohapatra membagikan sejumlah faktor hingga tanda yang berisiko batu ginjal.
Batu ginjal merupakan endapan mineral keras yang mengkristal dan terbentuk di dalam organ ketika sisa-sisa mineral saling menggumpal.
Menurut dia, dehidrasi menjadi salah satu faktor penyebab batu ginjal. Sebab, saat tubuh lebih banyak berkeringat tetapi tidak diimbangi dengan asupan air yang cukup, volume urine akan berkurang.
"Akibatnya, mineral pembentuk batu menjadi lebih pekat sehingga lebih mudah membentuk batu ginjal,” kata Dr. Sarbjit seperti dilaporkan laman Hindustan Times, pada Jumat (26/6) waktu setempat.
Dr. Sarbjit juga menyoroti kasus batu ginjal cenderung lebih sering terjadi selama musim panas. Dalam kondisi ini, orang-orang kerap menghadapi paparan panas, perjalanan panjang, makanan ringan jalanan yang asin hingga istirahat minum teh atau kopi tanpa cukup air,
Sebaiknya Anda baca juga:
“Akses kamar mandi yang tertunda, dan terkadang kecenderungan untuk mengabaikan gejala buang air kecil awal,” imbuh dia.
Adapun sejumlah faktor kumulatif berisiko batu ginjal meliputi kurang minum air, pola makan tinggi garam, konsumsi protein hewani berlebihan, infeksi saluran kemih (ISK), riwayat batu ginjal dalam keluarga, obesitas atau sindrom metabolik, pernah mengalami batu ginjal sebelumnya.
Kemudian, mengonsumsi suplemen kalsium atau vitamin C tanpa pengawasan tenaga medis hingga penyakit asam urat (gout) atau hiperparatiroidisme.
Sebaiknya Anda baca juga:
Batu ginjal sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Keluhan biasanya baru muncul ketika batu mulai bergerak atau menyumbat aliran urine.
Gejala yang paling umum antara lain nyeri di bagian samping tubuh atau punggung, nyeri yang menjalar hingga ke selangkangan, sensasi terbakar saat buang air kecil, adanya darah dalam urine, mual atau muntah, frekuensi buang air kecil meningkat, serta demam dan menggigil.
Selain itu, terdapat beberapa gejala yang lebih halus tetapi tetap memerlukan pemeriksaan medis, seperti demam disertai nyeri, produksi urine berkurang, muntah hebat, serta nyeri yang tidak membaik meski sudah mengonsumsi obat.
Beberapa kelompok juga memerlukan perhatian khusus apabila mengalami gejala tersebut, yaitu orang yang hanya memiliki satu ginjal, ibu hamil, penderita diabetes, lansia yang mengalami demam, hingga orang yang berulang kali mengalami batu ginjal.
Mencegah risiko batu ginjal
Meski batu ginjal dapat diobati setelah terdiagnosis, Dr. Sarbjit turut membagikan sejumlah langkah yang dapat membantu menurunkan risiko batu ginjal seperti minum air putih yang cukup sepanjang hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!