Guru Besar IPB Ungkap Tiga Strategi Perkuat KPH untuk Cegah Deforestasi dan Pembalakan Liar
📅 Jumat, 26 Jun 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisCorporate Communication Manager Rainforest Alliance Asia Pasifik, Kriti Gupta, mengatakan dampak program tersebut terlihat melalui sertifikasi berbagai komoditas seperti kakao, kopi, teh, kelapa, lada hitam, buah-buahan, dan komoditas pertanian lainnya.
Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen kakao bersertifikasi Rainforest Alliance terbesar di kawasan Asia Pasifik dengan produksi mencapai 41.400 metrik ton di lahan seluas 63.300 hektare. Hingga 2025, sekitar 56.000 petani dan 60.000 kebun telah tergabung dalam program sertifikasi kakao tersebut.
Pada sektor kopi, volume kopi bersertifikasi di Indonesia meningkat 29 persen, dari 20.200 metrik ton pada 2024 menjadi 25.900 metrik ton pada 2025. Penjualan kopi bersertifikasi oleh produsen juga melonjak 43 persen, dari 6.900 metrik ton menjadi 9.900 metrik ton.
Menurut Rainforest Alliance, peningkatan tersebut menunjukkan masih tingginya permintaan global terhadap komoditas kakao dan kopi bersertifikasi di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi produksi, hingga perubahan kebijakan perdagangan dunia. Kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya memperkuat dukungan bagi petani agar mampu menghadapi berbagai tekanan yang semakin kompleks.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!