Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ICBS 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Dukung Pengembangan Pasar Karbon dan Keanekaragaman Hayati RI

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 06:45 WIB | Oleh:
ICBS 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Dukung Pengembangan Pasar Karbon dan Keanekaragaman Hayati RI Doc: antara foto
Ket. Indonesia Carbon and Biodiversity Summit (ICBS) 2026 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada 8-9 September 2026.

JAKARTA - Indonesia Carbon and Biodiversity Summit (ICBS) 2026 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada 8-9 September menjadi wadah kolaborasi dalam mendukung pengembangan pasar karbon dan keanekaragaman hayati di Indonesia.

Ketua Umum Indonesia Carbon Credit and Biodiversity Alliance (ICBA) Rob Raffael Kardinal dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (9/9) mengatakan perkembangan pasar karbon Indonesia membutuhkan ekosistem yang saling terhubung antara pemerintah, pengembang proyek, pemilik proyek, investor, pembeli karbon, institusi keuangan hingga masyarakat.

Diselenggarakan oleh (ICBA), ICBS 2026 menjadi salah satu forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem karbon dan keanekaragaman hayati untuk membahas arah perkembangan pasar karbon Indonesia sekaligus membuka ruang kolaborasi dan peluang investasi.

"Pasar karbon tidak akan berkembang hanya dengan regulasi. Kita membutuhkan proyek yang berkualitas, pembiayaan, permintaan dari pembeli serta pemahaman dan kapasitas yang memadai di seluruh ekosistem," ucap Rob.

ICBS, dia melanjutkan, tidak hanya dirancang sebagai konferensi untuk bertukar pandangan, tetapi sebagai wadah pertemuan antarpemangku kepentingan yang dapat menghasilkan koneksi, kolaborasi, dan peluang nyata.

"ICBS kami bangun sebagai wadah bagi seluruh stakeholder untuk bertemu, memperkuat jaringan, dan membangun kolaborasi. Kami ingin project developer dapat bertemu langsung dengan investor dan pembeli, sekaligus menciptakan ruang untuk capacity building dan pertukaran pengetahuan," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan pentingnya posisi Bali sebagai bagian dari percakapan global mengenai ekonomi hijau, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Hari pertama ICBS, Selasa (8/9) mengangkat tema kebijakan, integritas, dan pendanaan, dengan pembahasan mengenai perkembangan pasar karbon Indonesia, integritas pasar karbon hingga bagaimana proyek karbon dapat dirancang agar lebih menarik bagi investor dan pembeli global.

Kemudian pada Rabu ini, akan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai integrasi kebijakan, karbon biru, teknologi karbon, keanekaragaman hayati serta masa depan pasar karbon Indonesia menuju 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.