Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menag Nasaruddin Umar Jadikan Setiap 10 Muharam Sebagai Lebaran Anak Yatim dan Difabel

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 11:38 WIB | Oleh:
Menag Nasaruddin Umar Jadikan Setiap 10 Muharam Sebagai Lebaran Anak Yatim dan Difabel Doc: Kemenag
Ket. Suasana perayaan Lebaran Anak Yatim dan Difabel di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akan menjadikan setiap tanggal 10 Muharam sebagai momentum perayaan Lebaran Anak Yatim yang difokuskan untuk membantu anak yatim piatu dan kelompok difabel agar terbebas dari berbagai kesulitan hidup.

“Kita akan membuat semacam tradisi baru di Indonesia, setiap tanggal 10 Muharam itu, kita peringati dengan cara membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari penderitaan,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (25/6).

Pernyataan Menag itu disampaikan saat gelaran Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas, sebagai rangkaian dari Program Peaceful Muharam yang telah digelar sejak 1 Muharam hingga sebulan ke depan.

Menag Nasaruddin menjelaskan gagasan itu diharapkan menjadi tradisi baru yang positif di Indonesia dengan menjadikan Muharam sebagai momentum kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut dia, selama ini masyarakat lebih mengenal amalan puasa pada bulan Muharam. Namun semangat berbagi dan menyantuni anak yatim juga perlu diperkuat sebagai bagian dari peringatan bulan yang dimuliakan tersebut.

“Kita kembalikan tradisi Lebaran Yatim yang selama ini dikenal di masyarakat, lalu kita Indonesiakan menjadi gerakan bersama untuk membantu anak-anak yatim piatu dan kelompok difabel,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Ia mengatakan peringatan 10 Muharam di Indonesia memiliki karakter yang berbeda dengan sejumlah negara lain. Di Indonesia, peringatan tersebut diarahkan pada kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menag berharap peringatan Lebaran Anak Yatim dapat berkembang menjadi agenda nasional yang mampu memperluas jangkauan bantuan bagi anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu.

“Kalau ini bisa menjadi event penting, maka seluruh anak-anak kita yang miskin dan yatim piatu akan semakin terbantu dan terbebas dari berbagai kesulitan hidup,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Menag juga mengajak masyarakat untuk mengekspresikan kecintaan terhadap agama melalui kepedulian kepada sesama, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas.

“Mari kita cintai agama dengan cara mencintai anak-anak yatim dan kelompok difabel. Siapa yang akan memperhatikan mereka kalau bukan kita,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan Muharam merupakan bulan yang identik dengan perdamaian dan kasih sayang. Dalam tradisi Islam, Muharam termasuk bulan yang dimuliakan sehingga menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial.

“Pada masa Nabi tidak boleh ada peperangan pada bulan Muharam, makanya disebut haram, ya kan? Hari berkasih sayang,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kilang Pertamina Plaju Beka...
Megapolitan
Yukkk Ikuti Acara Unik: Bak...
Megapolitan
Polisi Gagalkan Peredaran N...
Megapolitan
Blok M Diharapkan Menjadi...

Jakarta Terus Berupaya Memperbaiki Udara

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Memp...
Megapolitan
Sumber Daya Hayati Berkelan...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.