Hujan Deras Rendam Surabaya, Genangan Muncul di Sejumlah Titik Sejak Subuh.
📅 Selasa, 23 Jun 2026, 10:21 WIB | Oleh: Yebdi TrismarRespons cepat melalui penyedotan, pengoperasian rumah pompa, dan pemeriksaan saluran tetap penting. Warga membutuhkan kepastian bahwa ketika hujan turun, pemerintah hadir di titik genangan. Namun, penanganan darurat harus terus bergerak menuju strategi yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan pasang laut.
Rencana pembangunan rumah pompa Betani di kawasan Nginden, penguatan penanganan Tanjungsari-Tambak Mayor, serta penambahan kapasitas tampungan melalui long storage menjadi langkah yang relevan. Infrastruktur seperti ini perlu ditempatkan dalam peta besar pengendalian banjir, bukan sekadar proyek yang berdiri sendiri.
Bozem, kolam retensi, long storage, dan ruang terbuka hijau memiliki fungsi yang sama pentingnya dengan pompa. Jika pompa bekerja memindahkan air, tampungan memberi waktu bagi kota untuk mengelola air. Ketika hujan dan pasang laut datang bersamaan, waktu adalah faktor paling berharga.
Surabaya juga perlu memperkuat sistem peringatan dini yang mudah dipahami warga. Informasi prakiraan hujan, pasang laut, titik rawan, dan jalur alternatif seharusnya dapat diterima secara cepat melalui kanal digital pemerintah, rambu elektronik, hingga jejaring kelurahan dan kampung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peringatan tidak cukup berhenti pada informasi cuaca. Ia perlu diterjemahkan menjadi tindakan. Warga di kawasan rawan dapat menunda perjalanan pada jam tertentu, pelaku usaha dapat mengamankan barang, sekolah dapat menyesuaikan aktivitas, dan petugas dapat lebih awal menyiapkan pompa serta alat penyedot.
Pendekatan berbasis data juga perlu diperkuat. Setiap kejadian genangan seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memetakan durasi surut, kedalaman air, kondisi saluran, kapasitas pompa, dan pengaruh pasang laut. Dari data itu, pemerintah dapat menentukan titik mana yang cukup ditangani dengan normalisasi saluran dan titik mana yang membutuhkan perubahan infrastruktur lebih besar.
Kota yang tangguh bukan kota yang menjanjikan tidak ada genangan sama sekali. Kota yang tangguh adalah kota yang mampu membuat genangan cepat surut, meminimalkan gangguan bagi warga, dan terus belajar dari setiap hujan.
Surabaya telah memiliki pengalaman, perangkat, serta kapasitas kelembagaan untuk memperkuat arah itu. Tantangannya kini adalah menyatukan kerja teknis, tata ruang, disiplin lingkungan, dan kesiapsiagaan warga dalam satu sistem yang tidak terputus.
Ketika laut sedang menahan air kota, Surabaya tidak bisa hanya mengandalkan mesin untuk melawannya. Kota ini perlu memberi air ruang untuk ditampung, jalur untuk mengalir, dan waktu untuk kembali ke tempatnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!