Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Astronom Temukan Komet Antarbintang Berusia 12 Miliar Tahun, Lebih Tua dari Tata Surya

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Para ilmuwan menduga objek antarbintang seperti 3I/ATLAS terbentuk melalui proses yang mirip dengan komet di Tata Surya, yakni terlempar keluar ketika terjadi pembentukan planet baru yang berlangsung sangat dinamis.

Tanpa terikat pada bintang mana pun, komet itu diyakini telah mengembara selama miliaran tahun menempuh lintasan sangat panjang mengelilingi galaksi.

Para peneliti juga menemukan minimnya pengayaan unsur kimia tertentu pada komet tersebut, yang mengindikasikan bahwa ia terbentuk relatif dekat dengan kawasan kelahiran bintang-bintang baru.

Bahkan, komet itu bisa jadi merupakan "relik" dari era yang dikenal sebagai "cosmic noon" atau "tengah hari kosmik", yaitu periode sekitar 10 miliar tahun lalu ketika pembentukan bintang terjadi sangat aktif di alam semesta.

Sebelumnya, dua objek antarbintang lain yang pernah terdeteksi manusia, yaitu Oumuamua pada 2017 dan Borisov pada 2019, tidak cukup terang sehingga para ilmuwan tidak dapat memperoleh bukti isotop seperti yang berhasil dikumpulkan dari 3I/ATLAS.

Profesor Harvard Avi Loeb, yang sebelumnya memicu kontroversi dengan teorinya bahwa Oumuamua mungkin merupakan wahana alien, juga sempat mengemukakan spekulasi serupa terhadap 3I/ATLAS.

Namun, NASA menolak kemungkinan tersebut. Sementara itu, Search for Extraterrestrial Intelligence Institute (SETI) pada Mei lalu menyatakan tidak menemukan bukti adanya teknologi luar angkasa pada komet tersebut.

Peneliti Universitas Oxford yang tergabung dalam program Breakthrough Listen milik SETI, Steve Croft, mengatakan seluruh hasil pengamatan sejauh ini konsisten dengan kesimpulan bahwa 3I/ATLAS merupakan objek astrofisika alami.

Awal dari Era Baru Penelitian Antarbintang

Sejumlah astronom yang mempelajari 3I/ATLAS, meski tidak terlibat dalam penelitian terbaru tersebut, menyebut temuan ini sebagai pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Astronom dari Michigan State University, Darryl Seligman, mengatakan bahwa sebelumnya para ilmuwan hanya bisa membayangkan memperoleh informasi sedetail ini dari sebuah objek antarbintang.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa usia pasti komet tersebut masih belum dapat dipastikan. Namun menurutnya, hampir dapat dipastikan bahwa objek itu lebih tua dibandingkan benda-benda yang terbentuk di Tata Surya.

Sementara itu, astronom Peter Veres yang terlibat dalam identifikasi komet melalui Minor Planet Center milik International Astronomical Union menyebut penelitian tersebut sangat menarik.

Ia menjelaskan bahwa komet kini sedang meninggalkan Tata Surya dan tidak akan pernah kembali, sehingga pengamatan lanjutan akan menjadi semakin sulit dilakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.