Tekan Pemborosan Nasional, Bapanas Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan
📅 Senin, 22 Jun 2026, 07:08 WIB | Oleh: Sriyono"Kolaborasi menjadi kunci dalam penyelamatan pangan. Tidak ada satu pihak pun yang bisa bekerja sendiri. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pangan surplus yang masih aman dan layak konsumsi dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus mengurangi potensi pemborosan pangan," ujar Kemal.
Ia menambahkan, aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam setiap proses penyelamatan pangan.
Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan memiliki fasilitas mobil dan laboratorium keamanan pangan serta cold storage yang dapat dimanfaatkan bersama mitra perhotelan dan restoran untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan sebelum didistribusikan.
"Kami juga membuka ruang kerja sama dengan mitra hotel, restoran, maupun komunitas untuk memanfaatkan fasilitas yang kami miliki. Keamanan pangan harus menjadi prioritas agar proses penyelamatan pangan dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wakil Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan, Suzana, mengatakan pihaknya telah menjalankan kampanye penyelamatan pangan selama lima tahun terakhir melalui program Ego to Eco dengan tagline 'Makan Habis Tanpa Sisa' dan 'Cegah Sebelum Menjadi Sampah'.
"Melalui pemasangan poster di hotel, restoran, kafe, dan kini juga di wihara-wihara, kami terus mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi pangan. Pencegahan harus dilakukan sebelum pangan berakhir menjadi sampah," ujar Suzana.
Menurut dia, keterlibatan komunitas keagamaan merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran bersama bahwa penyelamatan pangan adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!