Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antusias Menyambut Bayi Bekantan Kembar

📅 Minggu, 21 Jun 2026, 16:18 WIB | Oleh:

Di sisi lain, Amel berharap kejadian langka ini dapat menjadi harapan baru bagi peningkatan populasi bekantan pada masa mendatang. Meski demikian, ia tetap menyimpan kekhawatiran terkait kecukupan nutrisi bagi bayi bekantan kembar yang lahir dari satu induk, mengingat bekantan pada umumnya melahirkan satu anak.

Karena itu, Amel dan tim berupaya melakukan observasi yang lebih intensif agar setiap tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi bekantan kembar tersebut dapat terpantau dengan baik.

Ekonomi berkelanjutan

Berdasarkan data SBI, saat ini terdapat 61 individu bekantan di Pulau Curiak. Jauh meningkat dibandingkan sejak pertama kali tim SBI mengelola Pulau Curiak di tahun 2016 yang hanya terdapat 14 individu bekantan.

Pulau Curiak awalnya hanya seluas 2,7 hektare dikelola secara swadaya oleh SBI. Namun kini bertambah luasannya mencapai sekitar 10 hektare berkat penanaman mangrove rambai yang terus dilakukan.

Hingga kini, lebih dari 50.000 bibit pohon rambai telah ditanam, bahkan sebagian di antaranya tumbuh dan membentuk pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Curiak.

Lokasi tersebut berada tidak jauh dari Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut, kawasan konservasi habitat bekantan dengan ekosistem hutan mangrove yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.

Keberhasilan upaya konservasi bekantan di Pulau Curiak ternyata tidak hanya berkontribusi pada peningkatan populasi bekantan di luar kawasan konservasi dan mengurangi ancaman kepunahan, tetapi juga memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Setiap hari, puluhan nelayan mencari ikan dan udang yang melimpah di perairan sekitar kawasan mangrove rambai.

Ada sembilan desa di Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, yang masyarakatnya kini merasakan manfaat positif dari upaya pelestarian ekosistem lahan basah di Pulau Curiak.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Pulau Curiak sebagai destinasi ekowisata minat khusus, seiring tingginya minat kunjungan wisatawan ke kawasan yang menjadi bagian dari situs Meratus UNESCO Global Geopark tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady, menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga alam dan ekosistemnya agar dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan ekonomi.

Menurut dia, pengembangan sektor pariwisata, khususnya di kawasan situs Geopark Meratus, memerlukan peran penting Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam menghidupkan dan menjaga nilai-nilai lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
PT KAI: Pelanggan KA Sancak...

Menteri UMKM Genjot Ekosistem Wirausaha

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menteri UMKM Genjot Ekosist...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.