Aksi Heroik Eloy Room Bawa Curacao Raih Poin Bersejarah di Piala Dunia

Minggu, 21 Jun 2026, 09:28 WIB

KANSAS CITY, AMERIKA SERIKAT – Curacao mencatat sejarah besar dalam debut di Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Ekuador tanpa gol, Minggu (21/6). Penampilan luar biasa kiper Eloy Room menjadi faktor utama keberhasilan negara kecil Karibia itu meraih poin pertama dalam sejarah mereka di turnamen sepak bola terbesar dunia.

Eloy Room tampil seperti tembok kokoh di Stadion Arrowhead, Kansas City. Kiper Curacao tersebut menggagalkan gelombang serangan Ekuador yang tampil sangat dominan dengan mencatat 15 penyelamatan.

Ket. Foto: Eloy Room melakukan penyelamatan untuk Curacao dalam laga Piala Dunia 2026 kontra Ekuador, Minggu (21/6). — Sumber: AFP

Jumlah tersebut menjadi rekor terbanyak sejak 1966 bagi seorang penjaga gawang dalam pertandingan Piala Dunia tanpa babak tambahan waktu.

Ekuador yang finis di posisi kedua kualifikasi Amerika Selatan melepaskan 28 tembakan, dengan 15 di antaranya tepat sasaran. Namun, seluruh peluang itu gagal mengubah skor berkat ketangguhan Room.

Hasil imbang ini menjadi kebangkitan besar bagi Curacao setelah pada laga pembuka mereka dihancurkan Jerman 7-1. Kali ini, tim debutan tersebut menunjukkan karakter dan membuktikan mereka layak berada di panggung Piala Dunia.

Curacao juga mencatat sejarah sebagai negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia.

Sejak awal pertandingan, Ekuador langsung mengambil kendali. Peluang emas pertama hadir pada menit ketiga ketika mantan penyerang West Ham, Enner Valencia, menusuk dari tengah lapangan. Namun, Room bergerak cepat dan menepis bola ke luar lapangan.

Curacao sempat mengancam melalui serangan balik. Sherel Floranus hampir membuka keunggulan, tetapi tendangannya masih melambung.

Valencia kembali gagal menaklukkan Room dari jarak dekat, sementara Jordy Alcivar juga belum mampu memecah kebuntuan.

Ekuador menguasai 65 persen penguasaan bola sepanjang babak pertama, tetapi dominasi mereka tidak menghasilkan gol.

Memasuki babak kedua, tekanan semakin besar. Gonzalo Plata hampir membawa Ekuador unggul lewat sundulan, tetapi Room kembali menunjukkan refleks luar biasa.

Semakin lama pertandingan berjalan, Ekuador justru terlihat frustrasi. Mereka terus menyerang, tetapi penyelesaian akhir dan ketangguhan kiper Curacao membuat skor tetap imbang.

Drama terjadi menjelang akhir pertandingan ketika umpan Angelo Preciado hanya membentur bagian atas mistar gawang.

Peluit panjang akhirnya berbunyi dan para pemain Curacao langsung mengerumuni Room untuk merayakan hasil bersejarah tersebut.

Curacao kini menjaga peluang untuk melangkah ke fase gugur. Tim asuhan pelatih berpengalaman asal Belanda, Dick Advocaat, sebelumnya memang datang dengan status debutan, tetapi sebagian besar skuad memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa.

Menariknya, dari 26 pemain Curacao, 25 di antaranya lahir di Belanda.

Tim ini juga mendapat dukungan spesial dari Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda, mengingat Curacao merupakan negara otonom dalam Kerajaan Belanda.

Di pertandingan lain Grup E, Jerman memastikan lolos ke babak 32 besar setelah mengalahkan Pantai Gading 2-1.

Hasil tersebut membuat Jerman dipastikan menjadi juara grup. Ekuador selanjutnya akan menghadapi Jerman, sementara Curacao akan berjumpa Pantai Gading dalam laga terakhir fase grup.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.