Piala AFF 2026: Jelang Laga Hidup-Mati Lawan Indonesia, Vietnam Kehilangan Momentum Setelah Ditahan Singapura

Minggu, 02 Agu 2026, 00:30 WIB

HANOI – Vietnam gagal memanfaatkan laga kandang untuk mendongkrak peluang lolos ke semifinal ASEAN Hyundai Cup (Piala AFF) 2026. Ditahan Singapura tanpa gol di Stadion Nasional Mỹ Đình, Jumat (31/7), juara bertahan itu kini menghadapi tekanan besar menjelang duel krusial melawan Indonesia di Bogor, Senin (3/8). Pelatih Kim Sang-sik pun mengakui tim asuhannya tampil di bawah standar dan harus segera berbenah jika ingin menjaga asa mempertahankan gelar.

Hasil imbang 0-0 membuat persaingan di Grup A semakin memanas. Singapura tetap memimpin klasemen dengan tujuh poin dari tiga pertandingan, unggul satu angka atas Indonesia yang berada di posisi kedua. Sementara Vietnam tertahan di peringkat ketiga dengan lima poin, sehingga kemenangan atas Indonesia menjadi harga mati untuk membuka peluang lolos ke fase gugur.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Vietnam kontra Singapura. — Sumber: AFF

Kim tidak menutupi kekecewaannya setelah timnya gagal memanfaatkan dukungan lebih dari 31.000 penonton yang memadati Stadion Nasional Mỹ Đình.

"Tekanan yang kami lakukan tidak berjalan sebaik yang kami inginkan, sementara Singapura mampu mengendalikan permainan dengan sangat baik," ujar pelatih asal Korea Selatan itu.

"Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pertandingan ini dan memperbaiki berbagai kekurangan sebelum menghadapi Indonesia."

Menurut Kim, kemenangan telak atas Timor-Leste pada pertandingan sebelumnya justru memberi beban tambahan kepada para pemainnya.

"Mungkin setelah kemenangan meyakinkan atas Timor-Leste, beberapa pemain membawa ekspektasi yang terlalu besar sehingga mereka terburu-buru dalam mengambil keputusan di lapangan."

Di kubu Singapura, pelatih Gavin Lee mengaku bangga dengan penampilan timnya yang mampu meredam agresivitas Vietnam di kandangnya sendiri. Namun, ia tetap menyayangkan kegagalan anak asuhnya membawa pulang tiga poin.

"Sebagai pelatih, saya sangat bangga dengan penampilan para pemain. Tetapi kami datang ke sini untuk menang, bukan sekadar meraih hasil imbang," kata Lee.

Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan perkembangan signifikan Singapura yang kini semakin mampu bersaing dengan tim-tim papan atas Asia Tenggara.

"Kami bertahan dengan sangat baik, mampu menciptakan sejumlah peluang, dan tetap berada dalam permainan untuk waktu yang lama. Ada banyak hal positif, tetapi kami belum puas karena target kami adalah kemenangan."

Vietnam sebenarnya tampil dominan, terutama pada babak pertama. Gelandang Nguyễn Hoàng Đức hampir memecah kebuntuan ketika sepakannya membentur mistar gawang.

Namun, kokohnya pertahanan Singapura yang dipimpin kapten Hariss Harun membuat seluruh upaya tuan rumah gagal membuahkan hasil. Penampilan impresif Hariss mengantarkannya meraih penghargaan Hyundai Player of the Match.

Menjelang laga usai, justru Singapura hampir mencuri kemenangan. Penyerang Shawal Anuar memperoleh peluang emas pada menit-menit akhir, tetapi penyelesaiannya masih belum menemui sasaran.

Hasil imbang di Hanoi menjadi kabar positif bagi Indonesia. Skuad Garuda kini memiliki peluang besar mengambil alih kendali Grup A apabila mampu mempertahankan tren positif pada laga berikutnya.

Sebaliknya, Vietnam tidak lagi memiliki ruang untuk melakukan kesalahan. Kekalahan dari Indonesia akan membuat peluang mereka mempertahankan gelar semakin tipis, sedangkan kemenangan akan menghidupkan kembali harapan lolos ke semifinal.

Dengan kondisi tersebut, pertemuan Indonesia kontra Vietnam di Bogor dipastikan menjadi salah satu laga paling menentukan di Grup A. Selain mempertaruhkan peluang menuju fase gugur, pertandingan itu juga akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Kim Sang-sik mempertahankan dominasi Vietnam di kawasan Asia Tenggara.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.