FIFA Batal Lepas Saham Piala Dunia, Gelombang Penolakan Paksa Infantino Mundur dari Rencana Kontroversial
Minggu, 02 Agu 2026, 00:03 WIBZURICH â FIFA resmi membatalkan rencana kontroversial untuk menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta setelah mendapat penolakan besar-besaran dari mayoritas anggotanya. Keputusan itu diumumkan Presiden FIFA Gianni Infantino pada hari Sabtu (1/8), hanya tiga hari setelah proposal tersebut memicu perlawanan dari berbagai konfederasi sepak bola dunia.
Sebelumnya, FIFA berencana melepas sekitar 20 persen saham sebuah entitas baru yang akan mengelola seluruh ajang komersial di bawah naungannya, termasuk Piala Dunia. Langkah tersebut ditargetkan mampu menghimpun dana hingga 4,2 miliar dollar AS, atau sekitar 68,9 triliun rupiah, untuk memperluas pendanaan program pengembangan sepak bola di berbagai negara.
Namun, proposal yang pertama kali diumumkan pada Selasa lalu langsung menuai kritik tajam. UEFA menjadi pihak paling vokal menentang gagasan tersebut dengan menilai FIFA telah memperlakukan Piala Dunia sebagai aset investasi semata.
Tekanan yang terus membesar akhirnya memaksa FIFA mengubah sikap.
"Dengan mendengarkan secara saksama seluruh pandangan yang disampaikan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungan yang ada, tidak lagi sejalan dengan tujuan awal," kata Infantino dalam pernyataan resminya.
Ia menegaskan bahwa misi utama FIFA adalah menyatukan serta mengembangkan sepak bola dunia. Atas dasar itu, proposal penjualan saham dipastikan tidak akan dilanjutkan.
FIFA sebelumnya berpendapat bahwa masuknya investor swasta akan menghasilkan dana segar bernilai miliaran dolar untuk mempercepat pembangunan sepak bola global, terutama di negara-negara berkembang. Bahkan, Infantino sempat mengirim surat kepada seluruh asosiasi anggota FIFA dengan menawarkan dana 40 juta dollar AS atau sekitar 656 miliar rupiah kepada setiap federasi apabila proposal tersebut disetujui sebelum 19 September mendatang.
Meski demikian, insentif finansial tersebut gagal meredam penolakan.
Pada hari Kamis, seluruh 55 anggota UEFA secara bulat menyatakan siap memboikot seluruh turnamen FIFA apabila rencana tersebut tetap dijalankan. UEFA menegaskan bahwa Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi.
Penolakan kemudian diikuti CONCACAF, konfederasi yang membawahi 41 negara di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia. Sehari berselang, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang memiliki 47 anggota juga menyatakan solidaritas penuh kepada UEFA dan CONCACAF.
Dengan total 143 asosiasi nasional, ketiga konfederasi tersebut telah mewakili lebih dari setengah dari 211 anggota FIFA, sehingga peluang proposal memperoleh suara mayoritas praktis tertutup.
Gelombang penolakan tidak hanya datang dari luar organisasi. Di internal FIFA, perpecahan juga mulai terlihat.
Penasihat senior Presiden FIFA, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri seketika sambil menyebut proposal tersebut sebagai "kesepakatan buruk bagi sepak bola."
Sementara itu, Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, mengkritik keras proses penyusunan rencana tersebut. Ia menyatakan para staf telah "disesatkan" oleh Infantino dan menyebut proposal itu sebagai "proyek satu orang."
Tekanan terhadap Infantino semakin besar menjelang pemilihan Presiden FIFA tahun depan. Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk maju sebagai penantang petahana.
Kritik juga datang dari ranah politik. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menilai Infantino bukan sosok yang tepat untuk memimpin organisasi sepak bola dunia tersebut.
Dalam proposal awalnya, FIFA berencana membentuk anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) dengan valuasi mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp328 triliun. Entitas ini akan mengelola hak komersial Piala Dunia dan seluruh kompetisi FIFA.
Dana investasi Thrive Eternal, yang dikelola Thrive Capital milik Joshua Kushner, disebut-sebut akan memimpin kelompok investor. Joshua merupakan saudara Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Hubungan dekat Trump dan Infantino turut menjadi sorotan, terlebih Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Meski demikian, Trump menegaskan dirinya tidak pernah membahas rencana investasi tersebut dengan Infantino.
Keputusan FIFA membatalkan proposal ini dipandang sebagai kemenangan bagi mayoritas federasi anggota yang menilai Piala Dunia merupakan aset paling berharga dalam sepak bola dunia dan tidak semestinya berada di bawah kepentingan investor swasta. Di sisi lain, FIFA kini harus mencari alternatif pendanaan lain untuk mendukung pengembangan sepak bola global tanpa mengorbankan kendali atas turnamen paling prestisius tersebut.
- Gianni Infantino
- FIFA
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Argentina Vs Mesir: Argentina Unggul dan Menuju Babak 8 Besar
-
Mbappe Kecam Komentar Rasis Senator Paraguay Usai Pertandingan Piala Dunia
-
Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia
-
Kartu Kredit Edisi Resmi FIFA World Cup 2026 Hadir untuk Penggemar Sepak Bola Indonesia
-
Pesanan TNI-Angkatan Udara Bakal Lebih Cepat Tiba? Turki Majukan Target Mengudara Jet Siluman KAAN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.